Waspada
Waspada » Peran Orangtua Penting Dampingi Anak Belajar Di Rumah
Medan

Peran Orangtua Penting Dampingi Anak Belajar Di Rumah

KADISDIK Kota Medan, Adlan SPd, MM. Peran orangtua penting dampingi anak belajar di rumah. Waspada/Ist
KADISDIK Kota Medan, Adlan SPd, MM. Peran orangtua penting dampingi anak belajar di rumah. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kadisdik Kota Medan, Adlan SPd, MM (foto) mengakui peran orangtua sangat penting dampingi anak anak saat belajar di rumah atau dikenal melalui sistem  BDR (Belajar Dari Rumah).

Peran orangtua penting dampingi anak saat belajar di rumah guna memaksimalkan kemampuan mereka.

Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi Webinar Optimalisasi Peran Orang tua dalam Mendampingi Anak Belajar Dari Rumah (BDR), Rabu (26/8).

Kegiatan menghadirkan pembicara Ketua Senat Universitas Negeri Medan Prof Dr Syawal Gultom M Pd.

Kemudian akademisi dan Koordinator Organisasi Penggerak Tanoto Fundantioan Prof Dr Sri Minda  Mrni Lubis M Pd.

Webinar ini diikuti semua UPT SMPN di Kota Medan, serta perwakilan orang tua siswa di masing-masing sekolah.

“Rapat virtual lewat aplikasi Zoom Meeting yang bagi sebagian kita mungkin hal baru bagi kita,” katanya.

Namun, percayalah rapat-rapat online seperti ini akan menjadi kebiasaan baru bagi kita ke depan nanti.

Situasi Covid-19 yang dialami sejak Maret lalu, di satu sisi telah membawa perubahan perilaku bagi dalam menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan.

“Mari kita jadikan hal itu sebagai hikmahnya, sehingga dalam kondisi ini kita tetap bisa bersyukur,” katanya.

Kata dia, sampai hari ini sudah 38 hari efektif tahun ajaran baru 2020/2021 dilalui.

Pembelajaran yang ditempuh menerapkan dua moda. Moda dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

Pembelajaran Daring

Dijelaskan, banyak hal yang telah dilakukan.

Pertama, kepala sekolah telah mendata anak-anak kita yang memiliki media pembelajaran daring, berupa android atau laptop untuk memastikan kesiapan PJJ daring.

Kedua, kepala sekolah juga telah memetakan kemampuan guru-guru mendesain konten dan menerapkan pembelajaran daring dengan aplikasi  yang beragam.

Ketiga, telah membuat pelatihan dan workshop guru-guru membuat desain pembelajaran baik daring maupun luring agar pembelajaran tak pernah berhenti di sekolah.

Keempat,  membuat jadwal belajar dengan dua moda pembelajaran tadi. Dan masih banyak hal yang lain yang telah dilakukan.

Sehingga kondisi belajar saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa awal kondisi darurat virus Corona masuk ke negeri kita periode Maret-April lalu.

Dapat dikatakan, hampir tidak ada yang siap menghadapi situasi darurat kemarin, termasuk pelayanan pendidikan anak-anak yang belajar dari rumah saat itu.

“Kami dari Dinas Pendidikan Kota Medan juga telah melakukan langkah-langkah perencanaan yang lebih detail,” katanya.

Seperti pertama, membuat regulasi penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau program Belajar dari Rumah (BDR).

Penerapan tidak membenarkan pembeajaran tatap muka sesuai status daerah yang masih zona merah.

Kita tidak memiliki rekomendasi dari Gugus Tugas untuk melakukan pembelajaran tatap muka tersebut.

Pada 16 Juli lalu, kami bersama Bp Plt Walikota telah melakukan peninjauan langsung PJJ daring dan luring petama kali di UPT SMP Negeri 2 Medan.

Kami juga telah melakukan monitoring ke beberapa sekolah untuk memastikan pelayanan hak pendidikan peserta didik kita berjalan normal.

Tanggal 29 Juli sudah dilakukan refleksi dan evaluasi PJJ di Kota Medan, dengan mengundang semua kepala SMP negeri.

“Mereka memaparkan  penerapan pembelajaran riil di sekolah, hambatan yang dihadapi serta upaya mengatasi hambatan,” papar Adlan, kandidat Doktor di UINSU itu. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2