Waspada
Waspada » Penyedia Barang Bandara Kualanamu Digugat Rp2,6 Miliar
Medan

Penyedia Barang Bandara Kualanamu Digugat Rp2,6 Miliar

PERSIDANGAN gugatan terhadap penyedia barang Bandara Kualanamu yang digugat Rp 2,6 miliar yang berlangsung di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.
PERSIDANGAN gugatan terhadap penyedia barang Bandara Kualanamu yang digugat Rp 2,6 miliar yang berlangsung di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Direktur CV Marendal Mas, Syamsul Chaniago menggugat PT Sinar Andalas Proteksindo (SAP) ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Ia menggugat PT SAP lantaran barang berupa pendingin ruangan atau AC yang diorder tidak sesuai spesifikasi pesanan.

Dalam gugatan dijelaskan, bahwa akibat ketidaksesuaian spesifikasi AC tersebut, tergugat diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian penggugat baik materill dan immaterill sebesar Rp2,6 miliar.

Direktur CV Marendal Mas melalui kuasa hukumnya dari Kantor Area Law Office, Sigit Purnomo SH mengatakan, timbulnya persoalan itu berawal adanya pembelian sejumlah unit AC kepada tergugat selaku penyedia barang, untuk kebutuhan tender project pengadaan dan pemasangan pendingin ruang di Garbarata PT Angkasa Pura II, Bandara Internasional Kualanamu yang dikerjakan oleh CV Marendal Mas selaku penggugat.

“Namun pada pelaksanaannya, barang yang diorder tidak sesuai spesifikasi pesanan. Tergugat tidak menyerahkan kartu garansi dan daftar harga barang dari pabrikan kepada penggugat. Selain itu, tergugat juga tidak menyerahkan adaptor/transmission booster,” ucap Sigit didampingi Iqbal Saputra SH, Dedi Pranjaya SH dan Tuseno SH, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (3/2).

Tidak hanya itu, akibat tidak adanya adaptor tersebut, pengerjaan pemasangan pendingin ruangan yang seharusnya dikerjakan Desember 2019 molor hingga maret 2020.

Akibatnya perusahaan tetap mengeluarkan gaji kepada pekerja selama tiga bulan, meskipun pekerjaan tidak dilaksanakan.

“Tergugat juga belum memenuhi tanggung jawabnya untuk melakukan testing and commisioning dan Site training atas AC yang dibeli penggugat. Sehingga pendingin masih off control,” ujarnya.

Ia menambahkan, tergugat saat mengirimkan barang yang dipesan penggugat tidak sesuai dengan purchase order (PO). Sesuai hasil pemeriksaan dari PT Angkasa Pura II, Bandara Internasional Kualanamu saat serah terima pekerjaan diketahui, unit barang tidak sesuai dengan barang yang diorder penggugat ke tergugat, di mana ditemukan perbedaan kapasitas unit yang dipesan.

Somasi

Sebelumnya, kata dia, penggugat juga telah melayangkan surat somasi kepada tergugat pada 9 Mei 2020, namun tergugat tidak mengindahkan somasi yang dilayangkan. Oleh karena itu, penggugat berharap agar majelis hakim mengabulkan gugatan tersebut untuk keseluruhan.

Sementara, kuasa hukum tergugat dari Kantor Hukum Dwi Ngai Sinaga SH MH mengatakan, lewat jawaban tertulis yang diserahkan ke pengggugat, disebutkan, bahwa gugatan tersebut dianggap kabur, diantaranya, penggugat dinilai tidak mampu membedakan perbuatan melawan hukum dan wanprestasi.

Kemudian, menurut tergugat, bahwa barang yang disebut penggugat tidak sesuai spesifikasi adalah mengada-ngada karena dalam berita acara serah terima yang pernah diterbitkan diterangkan bahwa pengadaan dan pemasangan AC di garbarata Bandara Internasional Kualanamu sudah diselesaikan dengan baik. (m32).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2