Pengurus MUI Kota Medan 2021-2026 Dikukuhkan

Pengurus MUI Kota Medan 2021-2026 Dikukuhkan

  • Bagikan
Teks Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum MAg saat menyematkan pin salahseorang pengurus MUI Kota Medan masa khidmat 2021-2026 pada Pengukuhan dan Ta'aruf Pengurus MUI Kota Medan, Selasa (27/4). Waspada/Yuni Naibaho
Teks Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum MAg saat menyematkan pin salahseorang pengurus MUI Kota Medan masa khidmat 2021-2026 pada Pengukuhan dan Ta'aruf Pengurus MUI Kota Medan, Selasa (27/4). Waspada/Yuni Naibaho

MEDAN (Waspada): Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan masa khidmat 2021-2026 dikukuhkan, Selasa (27/4) di Aula Kantor MUI Kota Medan, Jalan Amaliun Medan.

Pengukuhan dan Ta’aruf pengurus MUI Kota Medan ini mengambil thema meningkatkan peran ulama membangun Kota Medan Rahmatan Lil’alamin.

Pengukuhan dilakukan Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr H Hasan Matsum, MAg pada 14 komisi yang diselenggarakan dua tahap dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran covid 19.

Pengukuhan dan Ta’aruf juga dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Medan, Prof Dr H Mohd Hatta, para Wakil-wakil Ketua Umum MUI Kota Medan dan Sekretaris Umum MUI Kota Medan, Dr Syukri Albani Nasution.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum, MAg, menyatakan terimakasihnya atas ketersediaan untuk berkhidmat di MUI Kota Medan, dengan tujuan visi dan misi MUI yakni memuliakan Islam dan umat Islam.

“Kita harus bertekad mewujudkan visi dan misi ini, dan juga untuk meningkatkan peran ulama dalam membangun warga Kota Medan yang Rahmatan Lil’alamin,” ucapnya.

Independen

Ia juga menjelaskan, MUI merupakan lembaga bersifat keagamaan, independen dan kemasyarakatan. Untuk itu, di MUI tidak bisa dipaksa-paksa demi kepentingan satu pihak dalam mengeluarkan fatwa.
“MUI itu lembaga independen murni, mengeluarkan fatwa berdasarkan kebutuhan umat,” ucapnya.

Selain itu bersifat keagamaan sehingga harus benar-benar dipelihara yakni pengurus MUI harus mencerminkan keagaman. Meski tidak semua pengurus MUI merupakan ulama, tapi ada juga
cendikiawan dan zu’ama.

Kemudian bersifat kelembagaan yakni pengurus MUI harus inklusif. Jangan tertutup terhadap orang luar. Karena MUI tidak hanya berurusan dengan umat Islam saja tapi juga sering menerima konsultasi dari umat non muslim.

“Untuk itu, pengurus MUI harus tahu tentang perannya,” pesan Dr Matsum.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Medan, Prof Dr Mohd Hatta, mengingatkan untuk seluruh pengurus memunculkan tanggungjawabnya membangun keumatan.

Ia juga menyebutkan, dalam 4 sifat Rasulullah, Siddik (Jujur), Amanah (Dapat Dipercaya), Tabliq (Menyiarkan) dan Fathonah (Cerdas) yang harus menjadi contoh teladan umat Islam, pengurus MUI juga harus menerapkan tabliq yakni menjadi contoh teladan ditengah masyarakat.

“Karena ada keluhan, ada pengurus tidak pernah ke masjid shalat berjamaah. Untuk itu jadikan kita menjadi contoh teladan yang baik salahsatunya memenuhi masjid untuk berdakwa. Serta memiliki wadah menyampaikan tabliq dan mensosialisasikan fatwa-fatwa yang sudah dikeluarkan MUI,” tuturnya. (h01)

 

 

  • Bagikan