Pengunjukrasa Di DPRD Sumut Sebut Jokowi Gagal Fokus

Pengunjukrasa Di DPRD Sumut Sebut Jokowi Gagal Fokus

  • Bagikan
SEORANG mahasiswa menyampaikan orasinya di depan gedung DPRD Sumut, Selasa (20/10). Pengunjukrasa Di DPRD Sumut Sebut Jokowi gagal fokus. Waspada/Partono Budy
SEORANG mahasiswa menyampaikan orasinya di depan gedung DPRD Sumut, Selasa (20/10). Pengunjukrasa Di DPRD Sumut Sebut Jokowi gagal fokus. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Belasan pengunjukrasa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Medan dan Deli Serdang menggelar aksi unjukrasa di depan gedung DPRD Sumut, Selasa (20/10). Dalam orasinya, mereka menyebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) gagal fokus dalam menjalankan kepemimpinannya.

Sambil membawa sejumlah spanduk, kordinator aksi Yanggi Fitriyus Sutrisna mengaitkan pengesahan UU CIptaker 5 Oktober 2020 dengan kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakilnya Maaruf Amin yang memasuki usia setahun.

Di era kepemimpinan Jokowi yang kedua ini, harusnya presiden jadi corong mengusung tema pemerintahannya 5 tahun ke depan. Yang terjadi, lanjut Yanggi, Jokowi gagal fokus jalankan periode kedua ini.

Program yang dijanjikan saat kampanye berbuah nihil implementasi. Hal ini diperparah ketika Indonesia jadi salahsatu negara paling terdampak Covid-19.

Harusnya Jokowi langsung terjun menyelesaikan COvid-19. Tetapi malah sibuk membahas RUU Ciptaker yang juga tidak memberikan solusi.

Ini yang membuat elemen masyarakat dan mahasiswa memenuhi jalanan untuk menolak undang-undang tersebut.

Justru dengan pengesahan UU Ciptaker ini, menjadi penyebab timbulnya klaster baru penyebaran Covid-19.

“Tidak ada kepastian mengatasi Covid-19, kini muncul lagi UU Ciptaker yang makin tidak memberikan kepastian di negara ini,” katanya.

Karenanya, KAMMI Medan dan Deli Serdang di bawah ketua Hendra Boang Manalu mengeluarkan pernyataan sikap menolak UU Ciptaker dan meminta pemerintah harus fokus menangani Covid-19.

Mereka juga minta hentikan tindakan refresif aparat terhadap para aktifis, dan mendesak Gubsu menolak tegas UU Ciptaker.

Aksi ini berjalan damai, dan setelah lebih 1 jam, peserta aksi meninggalkan gedung dewan. (cpb)

  • Bagikan