Waspada
Waspada » Penghentian Tuntutan Terhadap 2 Anggota PPNI Diapresiasi
Medan

Penghentian Tuntutan Terhadap 2 Anggota PPNI Diapresiasi

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

MEDAN (Waspada):  Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sumatera Utara, Mahsur Al Hazkiyani (foto) menyampaikan terimakasih kepada Kejari Pematang Siantar atas keputusan penghentian tuntutan kepada 2 orang perawat yang merupakan anggota DPK PPNI RSUD Djasamen Saragih, DPD PPNI Kota Pematang Siantar serta 2 orang mitra kerja mereka dikatakan  patut disyukuri.

Sebutnya, kasus pemandian jenazah wanita oleh empat tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar yang sempat heboh dan menuai pro kontra ini akhirnya selesai dengan keluarnya putusan dari Kejari Pematang Siantar Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan.
“Saya mewakili 30.008 perawat di Sumatera Utara mengucapkan terima kasih kepada Kajari Pematang Siantar beserta tim yang telah menetapkan penghentian tuntutan kepada teman sejawat kami”, ucap Ketua  yang disampaikannya kepada wartawan melalui keterangan persnya, Kamis (25/02/21).
Dikatakannya ini merupakan mukzijat yang tak disangka sangka. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantunya selama ini dan segenap insan pers yang sangat profesional memberitakan secara berimbang. Sehingga masalah hukum ini dapat perhatian secara luas, ucapnya.
Mahsur Al Hazkiyani menceritakan bagaimana perjuangan mereka (PPNI) selama hampir empat bulan ini. Mulai dari tingkat DPK, DPD, DPW, dan DPP sudah berjuang keras mendampingi dan mengadvokasi dari badan bantuan hukum PPNI Pusat.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para Ketua DPD PPNI Kabupaten/Kota Se-Sumut yang mensupport dan bersedia mendampingi saat penyerahan tersangka ke kejaksaan beberapa hari yang lalu.
“Semoga segenap perawat dan insan kesehatan serta seluruh masyarakat dapat menerima keputusan kajari tersebut dan tidak membahas atau berpolemik lagi sehingga para perawat dan tenaga kesehatan tidak terganggu psikologisnya dalam melaksanakan tugas dan pengabdiannya,” tandasnya (cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2