Waspada
Waspada » Pengamat Sayangkan Bobby-Aulia Tak Buat Program 100 Hari Kerja
Medan

Pengamat Sayangkan Bobby-Aulia Tak Buat Program 100 Hari Kerja

PENGAMAT politik pemerintahan UIN Sumut, Rholand Muary. Pengamat sayangkan Bobby-Aulia tak buat program 100 hari kerja. Waspada/ist
PENGAMAT politik pemerintahan UIN Sumut, Rholand Muary. Pengamat sayangkan Bobby-Aulia tak buat program 100 hari kerja. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Calon terpilih Pilkada Medan 2020 yang kemarin resmi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Bobby Nasution – H. Aulia Rachman mengaku tidak membuat program 100 hari kerja. Kondisi ini disayangkan pengamat politik pemerintahan UIN Sumut, Rholand Muary (foto).

“Harusnya, yang awal perlu dilakukan untuk pasangan wali kota dan wakil wali kota terpilih, punya program 100 hari kerja ,” ujarnya, Jumat (19/2).

Bobby-Aulia, sambungnya, mestinya menghindari pernyataan tidak membuat program 100 hari kerja karena dipilih satu periode. Harus dibedakan, antar periodesasi kepemimpinan dengan program kerja.

“Memang benar, rakyat memilih calon kepala daerah periodesasi. Namun rakyat juga ingin melihat program kerja yang populis dalam 100 hari kerja. Ini sudah menjadi budaya dalam kepemimpinan baru di birokrasi.

Dan banyak kepala daerah yang sudah mempraktikkannya, serta mendapat respon positif bagi masyarakat,” tutur dia.

Rholand menjelaskan 100 hari kerja ini harus menjadi program populis. Dimana pada 100 hari kerja tersebut, masyarakat dapat melihat dampak kepemimpinan baru dan manfaatnya bagi pembangunan masyarakat Kota Medan baik secara fisik maupun non fisik.

“Saya yakin, Bobby dan Aulia sudah mempersiapkan program 100 hari kerjanya. Jika tidak, mereka sendiri yang akan dinilai jelek oleh masyarakat,” ungkapnya.

Kurangi Kesenjangan

Menjawab wartawan mengenai janji Bobby-Aulia berkantor di Medan Utara diawal pemerintahan, Rholand mengungkapkan hal itu tidak perlu dilakukan.

Karena jika tujuannya fokus dalam mengurangi kesenjangan infrastruktur dan ekonomi antara kawasan Medan Utara dengan diluar Medan Utara, cukup dengan membangun langkah langkah strategis dan terukur dalam pembangunannya dan bisa dilakukan dimana saja tanpa harus berkantor di Medan Utara.

“Yang terpenting, ada terobosan baru dan konsisten pembangunan Medan Utara, jangan hanya saat momentum Pilkada saja , narasi itu jadi bahan kampanye untuk dijanjikan, ” pungkasnya. (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2