Waspada
Waspada » Pengabdian Masyarakat USU Di Desa Kutambaru Sukses Dilakukan
Medan

Pengabdian Masyarakat USU Di Desa Kutambaru Sukses Dilakukan

PETANI salak Desa Kutambaru Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, saat berdiskusi dengan dosen Fakultas Pertanian USU dalam kegiatan Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU). Waspada/Ist
PETANI salak Desa Kutambaru Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, saat berdiskusi dengan dosen Fakultas Pertanian USU dalam kegiatan Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) yang dilakukan ditahun 2019 sebagai rangkaian lanjutan pengabdian masyarakat ditahun 2018 telah sukses berjalan di Desa Kutambaru Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, dengan mengembangkan inovasi pertanian komoditas salak.

Ketua Tim Pengabdian LPPM USU, Ir Yusak Mayunianta, mengatakan, dari studi banding tim LPPM USU ke kawasan Gunung Merapi pada tahun 2016 memberikan bukti bahwa pengembangan salak secara kreatif baik dalam format agribisnis maupun agrowisata telah memberikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi petani salak dan pengembangan wilayah. Hal ini didukung oleh hasil penelitian tim LP USU yang menyatakan bahwa dampak erupsi Gunung Sinabung terhadap penurunan produksi dan pendapatan usaha tani salak bersifat signifikan, sehingga serta strategi kemitraan antara lembaga agribisnis perlu dilakukan untuk melaksanakan pemulihan.

“Masyarakat telah membuktikan bahwa usaha tani salak cukup bisa bertahan menghadapi dampak erupsi Gunung Sinabung, karena secara fisik tanaman salak bisa pulih dan berproduksi kembali setelah 2 tahun pasca erupsi. Untuk itu rangka pemulihan penghidupan petani korban Sinabung nampaknya pengembangan agribisnis salak merupakan salah satu entry point yang potensial,” ujarnya kepada Waspada, Rabu (8/1).

Dijelaskan Yusak, dalam upaya awal pemulihan penghidupan petani salak telah mulai dilakukan oleh tim pengabdian LPPM USU bagi masyarakat Desa Kutambaru Kecamatan Tiganderket pada tahun 2018. Program yang disusun berdasarkan hasil Diskusi Kelompok Terfokus para wakil komponen masyarakat setempat tersebut, terdiri atas pendampingan kultur teknis salak, penyuluhan pengembangan kelembagaan, pengembangan pupuk organik, penyuluhan tentang prospek pengembangan kreatif salak, pengembangan pupuk organik dan lainnya.

“Usulan melalui proses diskusi, warga tentang pemulihan dan pengembangan agribisnis salak belum semua sempat dan dapat dilaksanakan pada tahun 2018 dan perlu dilaksanakan dalam kerangka waktu multi tahun. Sehingga pada pengabdian multi tahun untuk tahun II dilakukan tahun 2019 di Desa Kutambaru,” katanya.

Untuk kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dilaksanakan yakni, papar Yusak, pembentukan lembaga bina tani desa, evaluasi daya dukung lahan pertanaman salak, diakusi peluang usaha pengolahan produk berbasis salak, pelatihan pengilahan salah I dan penyuluhan agroindustri salah berwawasan lingkungan, pelatihan pengolahan salak II, pelatihan pengemasan dan labeling, pelatihan manajemen produksi olahan salak serta persiapan menuju integrasi agrowisata salak dan ekowisata perdesaan.

“Kawasan petanaman salak pondoh Kutambaru berada pada lahan vulkanik yang subur dan lanscape alamiah yang sangat indah yang berada pada punggung dan lereng Gunung Sinabung yang berhawa sejuk. Pada intinya adalah pengembangan agroekowisata berbasis agribis salak di Wilayah Desa Kutambaru sangat potensial dikembangkan ke depan,” tuturnya. (cyn)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2