Waspada
Waspada » Penegak Hukum Diminta Buka Kembali Kasus Penganiayaan Anak
Medan

Penegak Hukum Diminta Buka Kembali Kasus Penganiayaan Anak

TIM LAK Konsorsium. Para penegak hukum diminta untuk buka dan ungkap kembali kasus penganiayaan anak berusia 8 tahun dialami bernama Bunga (bukan nama sebenarnya), siswa kelas 2 SD di Binjai. Waspada/Ist
TIM LAK Konsorsium. Para penegak hukum diminta untuk buka dan ungkap kembali kasus penganiayaan anak berusia 8 tahun dialami bernama Bunga (bukan nama sebenarnya), siswa kelas 2 SD di Binjai. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Para penegak hukum diminta untuk buka dan ungkap kembali kasus penganiayaan anak berusia 8 tahun dialami bernama Bunga (bukan nama sebenarnya), siswa kelas 2 SD di Binjai.

“Atas nama keadilan, penegak hukum termasuk aparat kepolisian diminta buka kembali kasus penganiayaan anak, diduga dilakukan oknum ibu pengasuhnya,” kata Indra Tan, SH mewakili Kantor Hukum Indra Tan, SH dan Patners, dalam siaran persnya yang diterima Waspada, Sabtu (14/10).

Melalui konsorsium Laras Anak Kita atau LAK Konsorsium, lembaga yang telah menyatakan kesiapan dalam advokasi adalah MAbdul Jafar Siregar, SH dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA), tepatnya di kantor Hukum Indra Tan, SH dan Patners 17 Oktober 2020 lalu.

Ikut hadir, Taulim P Matondang dari Perserikatan Bangso Batak se-Dunia (PBBD), Sumut, Ubat Riadi Pasaribu SH dari Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) Medan, Anita Putri Limbong, SH dari Lembaga KIRAB, dll.

Konsorsium Laras Anak Kita atau disebut Lak Konsorsium merupakan organisasi bersifat adhoc, dengan kedudukan sekretariat di masing-masing alamat kantor anggota konsorsium.

Ini sesuai dengan kebutuhan dalam advokasi “Laras Anak Kita”  yang telah  dibentuk struktur KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara ) dan didukung 5 divisi, yaitu Divisi Litigasi, Logistik, Donasi, transportasi dan Media Centre, dalam waktu dekat akan melaksanakan Rakor atau rapat koordinasi dan Tehnis.

Kekerasan Fisik

Bunga merupakan satu dari sekian banyak kejadian yang terjadi di masyarakat akibat kelalaian si anak atau memang unsur kesengajaan, sehingga mengalami kekerasan fisik dan penganiayaan sadis yang termaktub pasal 81 ayat (1) dan pasal 83 ayat (2).

Sang pelaku dapat diancam dengan minimal pidana pokok 5 tahun pidana penjara dan maksimal 15 tahun. Maka  hal ini harus segera mendapatkan kepastian dan pertanggung jawaban hukum yang jelas.

Bunga murid berusia 8 tahun kelas 2 SD Paya Roba Kota Binjai itu kini tak bisa senyum lagi dengan teman sebayanya. Itu lantaran luka bakar yang mendera sebagian tubuhnya yang mungil.

Cacat  permanen 30% terlihat di badan dan tangannya, diduga akibat luka bakar yang diduga dilakukan ibu pengasuhnya pada September 2018.

Kasus tersebut masih berselimut misteri dan sudah  2 tahun mengendap bisu di Polres Binjai.  Sampai saat ini, setelah Surat Kejaksaan Negeri Binjai mengembalikan berkas perkara atas nama tersangka  R (50) tahun dinyatakan belum lengkap (P19).

Saat ini Bunga berjuang menghalau gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD), setelah perjuangan ibu kandung menuntut keadilan atas penderitaannya yang kandas di Polres Binjai, karena dianggap tidak cukup bukti.

Terkait ini, Lak Konsorsium menaruh harap dan mendorong para penegak hukum dapat membuka kembali kasus ini.

Sejatinya anak adalah aset sumber daya manusia masa depan bangsa, kekerasan terhadap anak tidak boleh dibiarkan. kekerasan harus dihentikan, kekerasan tidak boleh menjadi salah satu bentuk pembenaran dan cara untuk menghukum anak sekalipun anak berbuat salah.

Di satu sisi aspek kemanusiannya, Tim Konsorsium yang bergabung merasa terpanggil untuk memaksimalkan proses pemulihan kesehatan physik dan mental si anak.

Dengan menggalang donasi Pundi Untuk Laras, melibatkan relawan yang tidak dibatasi dari berbagai kalangan profesi, masyarakat atau pihak mana pun yang ingin berpartisipasi aktif dan ingin bergabung dapat menghubungi lembaga atau organisasi disebut di atas, dengan no kontak Media Centre LAK Konsorsium : 081263227248 chat WA. (cpb/rel)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2