Penderita Diabetes Rentan Virus Corona

Penderita Diabetes Rentan Virus Corona

  • Bagikan
KETUA Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Medan Dr Syafrudin Ritonga M AP saat memberikan penjelasan soal diabetes pada workshop di Aula Kantor Camat Medan Barat, Selasa (16/2). Penderita diabetes rentan virus corona. Waspada/Ist
KETUA Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Medan Dr Syafrudin Ritonga M AP saat memberikan penjelasan soal diabetes pada workshop di Aula Kantor Camat Medan Barat, Selasa (16/2). Penderita diabetes rentan virus corona. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Penderita diabetes rentan terhadap virus corona akibat kekebalan tubuh yang mengalami gangguan.

Hal ini disampaikan Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Medan dan Dosen Fisipol UMA, Dr Syafrudin Ritonga M AP di Medan, Selasa (16/2).

Dia mengatakan hal itu pada Workshop Komunikasi Terapeutik dalam mengenal mencegah, dan melawan diabetes di tengah pandemi Covid-19 pada Selasa (16/2) di Aula Kantor Camat Medan Barat Jalan Budi Pembangunan No 1, Medan.

Dia menjelaskan penyakit diabetes, bagaimana gejala dan ciri diabetes, faktor penyebab diabetes, efek dan akibat diabetes.

Kemudian bagaimana pencegahan diabetes, melawan diabetes, dan yang paling penting soal bagaimana penderita diabetes melitus di tengah pandemi Covid-19.

 

Dijelaskannya bahwa penderita diabetes rentan terhadap virus corona ini karena disebabkan sistem kekebalan terganggu. Hal ini membuat penderitanya sulit melawan virus dan kemungkinan mengarah ke periode pemulihan yang lebih lama.

“Kedua, virus dapat berkembang di lingkungan glukosa darah tinggi,” kata Syafrudin di hadapan para Aparatur Sipil Negara (ASN), para Kepling dan masyarakat di wilayah Kecamatan Medan Barat.

Secara umum, orang dengan diabetes lebih cenderung mengalami gejala dan komplikasi parah ketika terinfeksi virus. Namun jika diabetes dikelola dengan baik, resiko sakit parah akibat covid hampir sama dengan populasi umum.

Pada workshop ini ia juga menyampaikan ketika sakit dengan infeksi virus orang dengan diabetes memang menghadapi peningkatan risiko dka (diabetic ketoacidosis) yang biasa dialami oleh orang dengan diabetes tipe 1. DKA dapat membuat penderitanya sulit mengelola cairan dan kadar elektrolit.

Untuk itu ia mengajak kepada semua peserta agar melawan diabetes dengan cara yang disesuaikan tipe diabetesnya.

“Untuk melawan diabetes dilakukan berbeda-beda sesuai dengan tipenya. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan bagian penghasil insulin dalam pankreas, sehingga pasien harus mendapatkan injeksi insulin secara rutin dan melakukan diet,” katanya.

Sementara tipe 2 terjadi karena pankreas di mana tidak memproduksi insulin yang cukup, Ini dikatakannya dapat diatasi dengan melakukan diet, olahraga, dan minum obat. (cbud)

  • Bagikan