Waspada
Waspada » Penarik Betor Minta Perhatian Pemprovsu Dan Walikota
Medan

Penarik Betor Minta Perhatian Pemprovsu Dan Walikota

DEMO BETOR - Perwakilan pengunjukrasa dari DPP Solidaritas Transportasi Umum Becak Bermotor (Satu Betor) menyampaikan aspirasi ketika menggelar aksi demo di halaman gedung DPRD Sumut, Selasa (18/8). Para penarik betor minta perhatian Pemprovsu dan Walikota terhadap nasib mereka yang dipenuhi persaingan. Waspada/Partono Budy
DEMO BETOR - Perwakilan pengunjukrasa dari DPP Solidaritas Transportasi Umum Becak Bermotor (Satu Betor) menyampaikan aspirasi ketika menggelar aksi demo di halaman gedung DPRD Sumut, Selasa (18/8). Para penarik betor minta perhatian Pemprovsu dan Walikota terhadap nasib mereka yang dipenuhi persaingan. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Puluhan penarik betor (beca bermotor) minta perhatian Pemprovsu dan Walikota terhadap masa depan yang dipenuhi persaingan. Itu mereka sampaikan saat berdemo di DPRD Sumut dan Kantor Gubsu, Selasa (18/8).

Di DPRD Sumut, para penarik betor yang tergabung Solidaritas Angkutan Transportasi Umum, Becak Bermotor (SATU BETOR) membawa kendaraan mereka, yang sebagian besar tampak tak laik pakai dan dalam kondisi rusak.

Dari sejumlah tuntutan dan aspirasi, satu di antaranya bertuliskan “Berikan Tanah/Rumah untuk Abang Betor Rakyat Miskin”.

Menurut Ketua Umum DPP Satu Betor, Johan Merdeka, aspirasi tersebut didasarkan pada keprihatinan yang dialami ratusan anggotanya di tengah situasi pandemi Covid-19.

Karenanya, para penarik betor minta perhatian Pemprovsu dan walikota agar keprihatinan mereka dapat diatasi.

“Nasib kami benar-benar terjepit dan makin tidak jelas, di tengah Covid-19 dan bersaing dengan kendaraan roda berbasis online,” ujarnya.

Keluarga Prasejahtera

Di Kantor Gubsu, Ketua Umum DPP Satu Betor, Johan Merdeka juga menyampaikan keluhan yang sama.

Dia meminta  Pemprovsu) dan Walikota Medan untuk memperhatikan kehidupan abang beca yang dikategorikan keluarga prasejahtera.

Johan berbicara kepada Waspada usai lembaga itu mendatangi kantor Gubsu, Selasa, (18/8) Jl Diponegoro Medan.

Dikatakan Johan, ada beberapa poin yang disampaikan mereka kepada Gubsu.

Di antaranya, membantu mereka dalam peremajaan becak bermotor (Betor) dan bantuan program kesejahteraan sosial dari pemerintah, yang banyak di antara abang beca belum menyentuh pada kehidupan mereka.

Betor, kata Johan yang juga ikon kota Medan dan bertebar di Sumatera diberbagai daerah sebagai pekerjaan pencari nafkah keluarga yang selama ini kategori miskin.

“Kita abang becak adalah warga miskin, terlebih di tengah pandemi ini, begitu sulitnya untuk mendapatkan penumpang dan membawa uang untuk keluarga,” ujarnya.

Karena itu,   mereka sangat mengharapkan perhatian dari bapak Gubsu dan walikota Medan untuk memperhatikan nasib para abang betor itu.

“Kita mengharapkan perhatian untuk meremajakan betor bagi anggota kami terutama bagi anggota kami yang becaknya tidak laik pakai. Meski tidak bisa gratis paling tidak tanpa uang muka (down payment) dengan cicilan kecil, ” kata Johan.

Juga perhatian pada keluarga besar abang beca yang belum mendapatkan bantuan program kesejahteraan sosial seperti PKH, JKN, KIS dan lainnya.

Dikatakan Johan, pihaknya berharap ini menjadi perhatian Pemprovsu dan Walikota Medan. (cpb/clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2