Penanganan Banjir Di Kota Medan Baru Bisa Dimulai Tahun Depan

Penanganan Banjir Di Kota Medan Baru Bisa Dimulai Tahun Depan

  • Bagikan
WARGA membersihkan lumpur pasca banjir jalan Luku I gang bersama kelurahan Kuala Bengkala kecamatan Medan Johor. Waspada/Andi Aditya
WARGA membersihkan lumpur pasca banjir jalan Luku I gang bersama kelurahan Kuala Bengkala kecamatan Medan Johor. Waspada/Andi Aditya

MEDAN (Waspad): Tampaknya masyarakat Medan harus banyak bersabar sebab penanganan banjir belum bisa dilakukan Pemerintah kota Medan (Pemko Medan) pada tahun ini terutama yang warga yang bertempat tinggal di pinggir sungai yang kerap terendam banjir.

Sebab sesuai konfirmasi Waspada kepada Walikota Medan, Bobby Nasution pada Selasa (25/8) saat doorstop di Kecamatan Medan Helvetia bahwa disebutkannya karena pihaknya baru menganggarkan penanganan banjir ini baru tahun ini.

“Kita mintaknya baru tahun ini juga dan penganggarannya tidak bisa kita paksakan karena dari Pusat. Tahun ini mulai ditenderkan kata Badan Wilayah Sungai (BWS) namun dikerjakan awal tahun depan,” ucap Bobby Nasution.

Dikatakannya juga bahwa penanganan banjir tidak bisa sporadis untuk membuat penanganan sementara saja dulu juga tidak bisa. Namun sebutnya, hal ini tetap berkesinambungan baik saluran drainase perkotaan, saluran sungai katanya harus dikolaborasikan dengan BWS dan Provinsi Sumatera Utara ( Sumut).

“Kemarin ketika air naik di Babura, paginya saya koordinasi dengan BWS dan kita langsung berkomunikasi untuk penanganannya dan malamnya saya langsung cek untuk melihat bagaimana penanganan banjir ini khusus untuk sungai yang kita tetapkan yaitu sungai Bederah, Babura dan sungai Deli. Jadi kita nantinya akan mengganti pintu airnya,” jelasnya.

Akibat dari penggantian pintu air ini di beberkannya adalah hutan kota akan dijadikan kolam. Itu nanti akan terbanjiri, kalau itu pintu airnya ditutup maka airnya akan tertahan, maka hutan kota yang di Johor terbanjiri biar kanal juga menjadi berfungsi. Karena saat ini sebutnya Kanal disana kondisi selalu kering.

“Jadi ketika airnya ditutup maka masuk ke sungai Deli, airnya kita belokkan ke kanal. Jadi intensitas air masuk ke sungai Deli menjadi berkurang. Begitu juga dengan sungai bederah, Babura kami juga sudah siapkan,” ucapnya.

Untuk penanganan banjir ini pihaknya juga akan menyiapkan Rp 25 milyar plus Rp 20 milyar untuk perbaikan sulang- saling jadi total sudah ada 45 milyar katanya disiapkan.

Pengorekan

Sementara itu, warga korban banjir Di Gg Bersama Kecamatan Medan Johor, Sugiman mengatakan sangat berharap Pemko Medan segera menangani ini paling tidak melakukan pengorekan.

Sebab katanya sejauh ini karena sungai terlalu dangkal, maka air sungai Babura tumpah ke rumah warga sekitarnya. Apalagi sebutnya setelah ada pembentengan sungai tak jauh dari kediaman mereka air terus masuk dan membanjiri mereka.

“Mohonla Pemko Medan segera tangani ini, paling tidak lakukan pendalaman sungai agar airnya tidak langsung tumpah ke kawasan kami,” ucap Sugiman kepada Waspada beberapa hari lalu. (cbud)

  • Bagikan