Waspada
Waspada » Pemprovsu Minta Pertamina Tidak Naikkan Harga BBM
Medan

Pemprovsu Minta Pertamina Tidak Naikkan Harga BBM

KEPALA Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Sumut Irman Oemar. Pemprovsu minta Pertamina tidak naikkan BBM. Waspada/Ist
KEPALA Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Sumut Irman Oemar. Pemprovsu minta Pertamina tidak naikkan BBM. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) meminta PT Pertamina tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun tetap menjalankan Peraturan Gubernur (Pergub) No 1 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Pajak Rokok karena tujuannya adalah untuk menyejahterakan rakyat.

Pemprovsu kembali menggelar pertemuan dengan PT Pertamina, Rabu (7/4) melalui Marketing Operation Region (MOR) I di Kantor Gubsu Jl. Pangeran Diponegoro, Medan. Pertemuan dilakukan untuk menanggapi keresahan masyarakat terkait kenaikan BBM, sejak 1 April 2021.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Sumut Irman Oemar (foto), memberikan penjelasan kepada wartawan, usai pertemuan.

Katanya, pada pertemuan itu, Pemprovsu diwakili oleh Asisten Administrasi Umum M. Fitriyus, Plt Asisten Pemerintahan Afifi Lubis dan Plt Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Achmad Fadly. Sedangkan dari PT Pertamina dihadiri Excecutive General Manager Pertamina Regional Sumbagut Herra Indra Wirawan.

Irman Oemar menyebutkan, Pemprovsu berharap kebijakan Pertamina membantu Sumut dalam upaya memenuhi target pendapatan untuk biaya pembangunan daerah. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menaikkan PBBKB.

“Ini adalah untuk menyejahterakan rakyat dengan PAD kita yang meningkat. Untuk itu, kami mengusulkan kepada Pertamina, agar Pergub tersebut tetap berjalan, namun tidak menaikan harga BBM nonsubsidi,” ujar Irman.

Dia menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 ini berdampak bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gubsu dan Wagubsu, di suasana Covid-19 ini, tetap berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Yakni dengan meningkatkan pendapatan untuk belanja pembangunan berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Tentunya melalui optimalisasi PAD.

“Hal tersebut dapat diwujudkan. Kita melihat ada peluang di sini (PBBKB), oleh karenanya kita melakukan penyesuaian tarif PBBKB,” jelas Irman.

Dalam mengambil kebijakan menaikkan PBBKB tersebut, kata Irman Pemprovsu tidak bermaksud menambah beban masyarakat.

“Pemprov sudah mempertimbangkan berbagai aspek, namun kenaikan harga BBM yang terjadi di luar skenario yang diperkirakan,” ujarnya

Lapor Ke Pusat

Sementara itu, menanggapi permintaan Pemprovsu, Excecutive General Manager Pertamina Regional Sumbagut Herra Indra Wirawan, tidak langsung bisa memutuskan.

Dia mengatakan akan menyampaikan permohonan itu ke Pertamina Pusat terlebih dahulu.

Herra Indra Wirawan mengatakan, bahwa harga BBM di Sumatera lebih beragam dibandingkan di Jawa. Misalnya, harga Pertalite di Kepulauan Riau dan Batam dipatok Rp8.000/liter.

Perbedaan harga juga terjadi pada jenis BBM lainnya, seperti Pertamax, Dexlite, dan sebagainya.

Kata Herra, harga BBM di Sumut bukanlah yang termahal jika dibandingkan dengan wilayah lain di Pulau Sumatera dan Jawa. Hanya Provinsi Aceh yang masih dipatok seharga Rp7.650 per liter.

“Sedangkan harga Pertalite di Sumut dan beberapa daerah lain dibanderol Rp 7.850 per liter, atau terdapat selisih Rp 200,” katanya. (m07).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2