Waspada
Waspada » Pemprovsu Diminta Kaji Dampak Larangan Mudik Lebaran
Medan

Pemprovsu Diminta Kaji Dampak Larangan Mudik Lebaran

ANGGOTA DPRD Sumut M Faisal. Pemprovsu diminta kaji dampak larangan mudik Lebaran pada tahun ini. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut M Faisal. Pemprovsu diminta kaji dampak larangan mudik Lebaran pada tahun ini. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut M Faisal (foto) mengatakan, pihaknya dapat memahami kebijakan Pemprovsu yang meniadakan mudik Lebaran karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun perlu dikaji dampak yang timbul, termasuk tingkat stres masyarakat akibat larangan sebelumnya.

“Saya kira tingkat stres masyarakat sekarang sudah level tinggi ya, sehingga kalau nanti mereka dilarang mudik juga untuk bertemu keluarga di kampung, ini tidak benar lagi,” kata M Faisal kepada Waspada di Medan, Senin (3/5).

Anggota dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini merespon Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Adapun sanksi bagi larangan ini yang berlaku bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumut berupa penundaan kenaikan golongan atau pangkat. Alasan larangan ini, karena pandemi Covid-19 di Indonesia terkhusus Sumut masih belum berakhir.

Terhadap hal ini, M Faisal mendukung upaya Pemprovsu yang tiada kenal waktu mencegah penyebaran pandemi itu dan tetap meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

“Namun perlu dikaji dampak yang timbul seperti rasa kecewa yang amat dalam akibat banyak aturan dan larangan sejak Covid-19 melanda Sumut lebih setahun lalu,” katanya.

Kekecewaan itu dikhawatirkan bukan membuat masyarakat termasuk ASN takut, tetapi justru makin berani dan nekad, karena momen bersilaturahmi dengan keluarga hanya terjadi setahun sekali.

“Kalau saya ditanya, apakah saya patuh larangan itu, maka saya jawab, saya tetap mudik walau dilarang,” katanya.

Karenanya, M Faisal berpendapat, perlu masukan berbagai pihak, termasuk kalangan psikolog agar masyarakat dan ASN menyadari Covid-19 lebih berbahaya dibanding sekadar mudik Lebaran. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2