Pemprovsu Diminta Jangan Terlantarkan Infrastruktur di Kotarih

  • Bagikan
Infrastruktur. Pemprovsu diminta jangan terlantarkan infrastruktur di Kotarih. Ilustrasi
Infrastruktur. Pemprovsu diminta jangan terlantarkan infrastruktur di Kotarih. Ilustrasi

Medan (Waspada): Pemprovsu diminta jangan terlantarkan infrastruktur di Kotarih. Hingga kini, kecamatan itu tercatat sebagai kawasan yang terisolir di Serdang Bedagai (Sergai).

“Pemprovsu diminta jangan terlantarkan infrastruktur di Kotarih, yang sebagian kawasannya juga berbatasan dengan Kecamatan Galang, Deli Serdang,” kata anggota DPRD Sumut, Wagirin Arman, kepada Waspada Jumat (13/3).

Menurut kader Partai Golkar itu, dari kunjungannya ke Sergai pekan lalu, ruas jalan, jalan dan jembatan di Desa Paku, Kotarih terlihat memprihatinkan.

“Ini tidak sebanding dengan volume kendaraan yang cukup ramai setiap hari, sehingga dikhawatirkan akan hancur,” kata anggota dewan dari Komisi D ini.

Tetapi di lain pihak, Pemprovsu tidak dapat melakukan perbaikan terhadap infrastruktur tersebut.

Itu karena status jalannya adalah jalan kabupaten

“Itu sebabnya kita minta Pemkab Sergai proaktif membuat usulan agar perubahan status jalan dapat ditingkatkan dari kabupaten menjadi provinsi,” katanya.

Agar nantinya, Pemprovsu memasukkan anggaran pembangunan yang lebih besar yang bersumber dari APBD Sumut.

“Kita mendorong Pemkab Sergai bersama stakeholder terkait mengusulan perubahan status jalan, dan DPRD Sumut akan meresponnya,” ujarnya.

Terisolir

Wagirin Arman mengakui Kotarih merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai yang sudah cukup lama terisolir.

Menurut Wagirin, Kotarih dapat dikembangkan menjadi kawasan potensial.

Saat berdirinya Kabupaten Sergai pada 2004, Kecamatan Kotarih merupakan salah satu dari 11 kecamatan yang ada di Sergai.

Kecamatan Kotarih terdiri atas 39 desa, dan 30 desa di antaranya merupakan desa di Kecamatan Kotarih.

Dan 9 desa berasal dari Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang.

Untuk menyerap semua aspirasi yang berkembang di Kotarih, bakal calon Bupati dari Partai Golkar telah diminta untuk turun ke desa dan kelurahan di sana.

“Nantinya, akan diperjuangkan lewat fraksi DPRD, baik di kabupaten maupun di tingkat provinsi,” ujarnya.

Tokoh agama di Kotarih, Imam Masjid Jamik Al Jamily HM Idris mengungkapkan, pihaknya berharap ada upaya untuk membenahi infrastruktur di Kotarih.

Termasuk jembatan yang terletak di antara Dusun Lembah Sari, Desa Kotarih Kecamatan Kotarih, Serdang Bedagai (Sergai) dengan Desa Paku. 

Sebab, jembatan itu tak mampu lagi menahan truk tronton yang bermuatan buah kelapa sawit.

Padahal sawit merupakan komoditi andalan petani di Kecamatan Kotarih.

“Hanya truk colt diesel bermuatan 7 ton yang diperbolehkan melintas di jembatan penyambung dua kabupaten itu,” katanya.

“Dengan kondisi ini, akan terus membebani petani sawit karena ongkos transportasi pengangkut TBS menjadi mahal,”ujar Idris. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *