Pemprovsu Alokasikan Rp160 M Untuk BOP

Pemprovsu Alokasikan Rp160 M Untuk BOP

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Gubernur Sumatera Utara ( Gubsu) Edy Rahmayadi dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel) menyerahkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk SMA Negeri dan SMK Negeri serta SLB di Kabupaten Labusel.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdiksu), Prof Wan Syaifuddin kepada Waspada, Minggu (8/8) setelah mendampingi Gubsu dalam kegiatan itu, Rabu (4/8).

Prosesi penyerahan BOP digelar secara simbolis kepada kepala sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hadir Bupati Labusel, Edimin, para pejabat di lingkungan Pemkab Labusel, dan sejumlah pejabat militer dan birokrat di Sumut.

Prof Wan mengungkapkan, pada kesempatan itu, Gubsu mengatakan, semoga bantuan tersebut dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan kepedulian pemprovsu terhadap dunia pendidikan ditengah pandemi Covid-19.

Gubsu mengungkapkan bahwa Pemprovsu terus berupaya melakukan berbagai langkah, untuk menangani pandemi Covid-19 beserta segala dampaknya, termasuk di sektor pendidikan.

”Pendidikan adalah program prioritas yang harus diselamatkan dalam situasi apapun,” tegasnya. Gubsu berharap, melalui BOP tersebut, dapat meningkatkan motivasi/semangat dalam mengenyam atau menyelenggarakan pendidikan, guna mewujudkan SDM Sumut yang berkualitas dan unggul.

“Semoga dana bantuan tersebut dapat bermanfaat serta membantu anak-anakku sekalian. Begitu juga kepada kepsek, guru, pegawai dan pamong sekolah, semoga bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan pelaksanaan pembelajaran ditempat tugas dalam membangun pendidikan, menuju Sumut Bermartabat,” kata gubsu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Prof Wan Syaifuddin menyampaikan rincian BOP Provinsi Sumatera Utara. BOP bersumber dari APBD Sumut 2021 sebesar Rp 160 miliar lebih.

“BOP ini diberikan sebagai wujud komitmen Pemprovsu dalam hal memajukan pendidikan di Sumut,” ungkap Prof Wan.

Dia mengatakan, BOP Sumut disalurkan pada Semester II, pada Juli hingga Desember 2021. BOP digunakan, pertama, untuk tambahan penghasilan kepala sekolah negeri maksimal. 5 persen. Kedua, tambahan penghasilan guru PNS yang tidak mendapatkan tunjangan profesi guru maksimal 15 persen.

Ketiga, untuk tambahan penghasilan Guru Non PNS di sekolah Negeri yang tidak dibiayai BOS, Dana Komite, dan Dana lainnya sebanyak 35 persen. Keempat, untuk honorarium Tenaga Layanan Khusus Non PNS di sekolah Negeri yang tidak dibiayai BOS, Dana Komite, dan Dana lainnya maksimal 15 persen.

Kelima, untuk kebutuhan operasional sekolah yang tidak ditampung BOS, maksimal 30 persen. Rinciannya, BOP untuk SMK sebesar Rp 56.906.640.000, SMA Rp 102.266.640.000, dan SLB Rp 1.270.080.000.”Total BOP Sumut sebesar 160.443.360.000,” ungkap Prof Wan.

Sedangkan untuk jumlah siswa penerima BOP sebesar Rp35 ribu yakni, untuk SMK sebanyak 135.492 siswa, SMA sebanyak 243.492 siswa, dan SLB sebanyak 3.024 siswa.”Total sebanyak 382.008 siswa.

Per siswa menerima Rp35 ribu selama 12 bulan,” jelas Prof Wan. Disamping penyerangan BOP, Dinas pendidikan Sumut juga terus fokus membenahi infrastruktur dan melengkapi sarana pra sarana sekolah di Sumut.

Dia mengatakan, pendidikan salah satu pilar pembangunan, baik di tingkat lokal, regional maupun nasional, faktor tersedianya sumberdaya manusia yang berkualitas menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditolak.

Maju mundurnya pembangunan suatu bangsa, salah satunya ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia yang terlibat dalam proses pembangunan tersebut.

Sistem Terpadu

Karena itu, katanya, pendidikan dalam proses mencapai tujuannya perlu dikelola dalam suatu sistem yang terpadu. Pendidikan merupakan kebutuhan paling asasi bagi semua orang.

Menurut Prof Wan pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan atau kompetensi, baik kompetensi akademik maupun kompetensi kejuruan, yang dilandasi oleh kompetensi personal dan sosial, serta nilai-nilai akhlak mulia yang keseluruhannya merupakan kecakapan hidup (life skill) (m19)

 

  • Bagikan