Pemprovsu Akan Lakukan Sistem Rental Kendaraan Dinas

Pemprovsu Akan Lakukan Sistem Rental Kendaraan Dinas

  • Bagikan
WAGUBSU Musa Rajekshah, ketika mengecek kendaraan, saat pelaksanaan Apel Kendaraan Dinas Pemprovsu, beberapa waktu lalu. Pemprovsu akan lakukan sistem rental kendaraan dinas. Waspada/Ist
WAGUBSU Musa Rajekshah, ketika mengecek kendaraan, saat pelaksanaan Apel Kendaraan Dinas Pemprovsu, beberapa waktu lalu. Pemprovsu akan lakukan sistem rental kendaraan dinas. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Carut marut persoalan mobil dinas di Pemprovsu tahun 2021 ini akan berakhir. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) merencanakan tidak lagi menggunakan aset kendaraan. Sebagai gantinya, akan dilakukan sistem rental kendaraan dinas.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah (Ijek), berbicara kepada wartawan, di Kantor Gubsu, Rabu (14/4). Dia menjelaskan tentang hasil dari pelaksanaan Apel Kendaraan Dinas yang dilaksanakan, beberapa waktu lalu.

Walaupun mengaku belum mendapat laporan resmi secara utuh atas aset kendaraan milik Pemprovsu, namun kata menurut Ijeck, ke depan Pemprovsu tidak lagi menggunakan aset kendaraan. ‘’Kita sistemnya rental untuk eselon II dan Kepala Biro. Sedang untuk jabatan lain hanya diberikan tunjangan transportasi,’’ katanya.

Menurut Ijeck, dari hitung-hitungan yang dilakukan, dari sisi anggaran, ternyata lebih irit dan efisien kalau dilakukan sitem rental kendaraan dinas. Karena Pemprovsu tidak lagi mengeluarkan biaya perawatan, tidak perlu memikirkan mobil tabarakan dan lainnya. ‘’Karena sudah di cover asuransi,’’ ujarnya.

Tidak seperti sekarang ini, kata Ijeck, tidak semua pejabat bisa merawat kendaraan dinasnya dengan baik.

‘’Ada yang pandai merawat, ada yang tidak pandai merawat. Ada yang anggarannya sudah keluar, tapi perawatannya tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan,’’ tambahnya.

Ditelusuri

Sekarang ini saja, menurut Ijeck, dari laporan sementara yang dia terima, setelah dilakukan pendataan, masih ada 100 unit lebih kendaraan yang belum jelas keberadaannya.

Hal ini, menurutnya akan terus ditelusuri. Caranya dengan menyurati kepala dinas masing-masing, untuk memastikan keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut. ‘’Kalau memang dibengkel, kita mita alamatnya untuk dicek. Kalau masih ada ditangan orang lain, harus dihadirkan kendaraannya,’’ katanya.

Sudah dapat laporan, tapi belum resmi secara utuh, tapi pendataan aset kendaraan sudah selesai. Masih sada kendaraan yang belum tampil, jumlahnya ada 100 unit lebih. Ini akan ditelusuri terus, dengan menyurati masing-masing Kadis untuk memastikan keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut. Kalau memang dibengkel, kita minta alamatnya untuk di cek. Kalau masih ada ditangan orang lain harus dihadirkan. (m07)

  • Bagikan