Waspada
Waspada » Pemko Medan Diminta Revitalisasi Benteng Sungai
Medan

Pemko Medan Diminta Revitalisasi Benteng Sungai

ANGGOTA DPRD Medan, Habibburrahman Sinuraya saat reses di Sei Kapuas Kelurahan Babura Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (23/12). Waspada/ist
ANGGOTA DPRD Medan, Habibburrahman Sinuraya saat reses di Sei Kapuas Kelurahan Babura Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (23/12). Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Saat ini, benteng sungai batuan yang terletak di Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal sudah banyak yang roboh.

Akibatnya, banjir menjadi persoalan besar bagi masyarakat kota Medan yang tinggal dekat dengan bantaran sungai batuan, di antaranya pada kawasan jalan Setia, Perjuangan Abadi, Murni dan Sei Kapuas Kecamatan Sunggal Medan.

Hal ini disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses I masa sidang I Tahun Anggaran 2020 yang digelar anggota DPRD Medan fraksi Partai Nasem, Habibburrahman Sinuraya yang diselenggarakan di Jl Sei Kapuas Kelurahan Babura Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (23/12).

Pokok utama yang dilaporkan masyarakat, karenanya benteng sungai batuan sudah roboh, maka setiap hujan turun masyarakat di sekitar menjadi cemas dan khawatir akan masuknya air sungai ke rumah mereka.

Akibatnya, barang-barang perabotan milik masyarakat rusak dan terlebih lagi dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Pendalaman Sungai

Untuk itu, Habib pun meminta agar Pemko Medan segera melakukan pendalaman alur sungai batuan atau revitalisasi benteng sungai batuan, melalui koordinasi dan kerjasama dengan Pemprovsu dan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Kata Habib, persoalan ini sangat penting dan menjadi prioritas karena masyarakat setempat sudah sangat cemas setiap hujan turun.

Selain itu, masyarakat setempat juga mengeluhkan besarnya iuran BPJS Kesehatan. Sebab umumnya masyarakat sekitar merupakan warga kurang mampu, namun tidak mendapatkan bantuan BPJS gratis dari pemerintah.

“Sudah lah air sungai meluap ke rumah kami kalau hujan, BPJS gratis gak dapat, eh bantuan PKH (program keluarga harapan) pun kami gak dapat pak. Padahal jujur saja, rata-rata kurang mampu nya kami disini pak,” ujar salah seorang warga.

Mendengar hal itu, Habib pun berjanji akan menyampaikan keluhan kepada masyarakat dengan meminta Dinas Sosial untuk segera melakukan pendataan ulang kepada masyarakat yang kurang mampu agar mereka mendapatkan bantuan-bantuan yang dimaksud.

Tak cuma itu, masyarakat juga mengeluhkan banyaknya lampu untuk penerangan jalan yang putus dan tidak berfungsi di kawasan tersebut. Selain itu, di kawasan tersebut juga banyak jalan yang berlubang.

Dalam kesempatan itu, Habib pun mengaku sangat kecewa terhadap para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang tidak hadir dalam resesnya. Padahal dalam melakukan reses, sebelumnya setiap anggota dewan telah mengundang OPD-OPD untuk dapat memberikan jawaban atas keluhan warga.

“Kalau ada undangan, seharusnya OPD hadir, karena reses ini adalah aspirasi masyarakat untuk diteruskan ke Pemerintah kota Medan melalui dewannya,” katanya.

Jangan menyepelekan undangan anggota dewan dalam reses, karena di reses tersebut banyak masukan dan keluhan masyarakat yang harus ditanggapi.

“Ini salah satu bentuk ketidakpedulian OPD kepada warga Kota Medan. Begitu pun saya pastikan, aspirasi ini akan saya sampaikan ke OPD-OPD terkait,” pungkasnya. (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2