Pemko Medan Diminta Lakukan Pemetaan Kawasan Rentan Banjir

Pemko Medan Diminta Lakukan Pemetaan Kawasan Rentan Banjir

  • Bagikan
ANGGOTA Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution. Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk melakukan pemetaan kawasan-kawasan yang dinilai rentan terjadinya genangan air disaat hujan deras. Waspada/Ist
ANGGOTA Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution. Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk melakukan pemetaan kawasan-kawasan yang dinilai rentan terjadinya genangan air disaat hujan deras. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk melakukan pemetaan kawasan-kawasan yang dinilai rentan terjadinya genangan air di saat hujan deras.

“Pemetaan ini penting, harus dipetakan mana-mana kawasan yang rentan genangan air maupun kawasan banjir,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST kepada, Kamis (25/11).

Menurut Dedy, Pemko Medan harus dapat membedakan antara kawasan rentan genangan air dengan kawasan rentan banjir. Sedangkan hujan deras pada Selasa (23/11) malam kemarin, disebut mengakibatkan sejumlah kawasan atau ruas jalan digenangi air.

“Jadi itu bukan kategori banjir, tapi kawasan yang rentan terjadi genangan air hujan, sebab banyak lokasi yang airnya kembali surut dalam satu jam. Yang seperti ini, ini kategori kawasan rentan genangan air,” ujarnya.

Dikatakan Dedy, terjadinya genangan air terjadi di sejumlah kawasan dalam hitungan menit saat hujan deras khususnya di kawasan mall, kompleks ruko atau plaza d karenakan sendimentasi pada saluran air yang ditambah adanya pengecoran bagian atas drainase tanpa membuat kontrol air.

“Disinilah perlunya pengawasan dari pihak kelurahan sehingga mudah melakukan pengorekan. Tapi perlu juga diingatkan, pengorekan saluran parit tidak bisa di satu titik saja, tapi terintegrasi ke saluran parit lainnya hingga saluran air menjadi lancar,” katanya.

Untuk itu, Dedy menyarankan agar OPD terkait di Pemko Medan dapat berkolaborasi agar permasalahan genangan air bisa dicegah sedini mungkin.

“Kalau drainase lancar, maka genangan air tidak akan ada. Karena tak adapun hujan deras, masih banyak kawasan yang tergenang air bahkan masuk ke permukiman warga,” tuturnya.

Dilanjutkan Dedy, ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya banjir, diantaranya faktor alam seperti banjir rob, meluapnya sungai yang melintasi Kota Medan karena tingginya curah hujan di hulu sungai, hingga terganggunya fungsi drainase akibat sedimentasi, termasuk karena sampah didirikannya bangunan di bantaran sungai sehingga resapan air menjadi berkurang.

“Disitulah letak perbedaan banjir dengan genangan air, sebab genangan air bisa surut dalam waktu cepat. Kalau banjir membutuhkan waktu cukup lama, setidaknya satu harian dan warga yang berada di lokasi harus segera diungsikan,” pungkasnya.

Diketahui, pasca kembali dari kunjungan kerjanya di Jakarta, Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung meninjau banjir di Kecamatan Medan Selayang Rabu, (24/11). Diketahui, Kecamatan Medan Selayang merupakan salah satu Kecamatan dengan tingkat banjir terparah di Kota Medan pada Selasa (23/11) malam.

Saat itu, Bobby memerintahkan Camat Medan Selayang Viza Fandhana yang kemudian diikuti Sekcam, Lurah, dan para kepling serta petugas P3SU untuk sama-sama melihat kondisi banjir di Jalan Bunga Wijaya Kesuma dan Jalan Sembada IX, Kelurahan Padang Bulan Selayang II.

Selain itu, Bobby dan rombongan juga meninjau Jalan Balai Kelurahan dan Jalan Ngumban Surbakti Kelurahan Sempakata yang juga terendam banjir. Dari pantauan tersebut dan dialog dengan warga sekitar, diketahui terjadi sedimentasi drainase di kawasan tersebut. (h01)

  • Bagikan