Waspada
Waspada » Pemko Diminta Larang Bangun Mushalla Di Basement Parkir
Medan

Pemko Diminta Larang Bangun Mushalla Di Basement Parkir

KETUA Fraksi Partai Golkar DPRD Medan, M Afri Rizky Lubis. Pemko diminta keluarkan aturan larang mushalla dibangun di basement parkir plaza dan perhotelan. Waspada/Ist
KETUA Fraksi Partai Golkar DPRD Medan, M Afri Rizky Lubis. Pemko diminta keluarkan aturan larang mushalla dibangun di basement parkir plaza dan perhotelan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pemko diminta larang bangun mushalla di basement parkir plaza dan perhotelan. Alasannya, pengunjung merasa tidak nyaman melaksanakan ibadah di ruang yang sempit.

“Pemko diminta keluarkan aturan larang bangun mushalla di basement parkir. Caranya, dengan memasukkan syarat wajib bagi pemohon izin bangunan pusat perbelanjaan, plaza dan hotel-hotel,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan Muhammad Afri Rizky Lubis SM MIP, di Medan, Rabu (5/2).

Ini disampaikan terkait aspirasi yang diterimanya dari sejumlah kalangan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Medan.

Isi syarat wajib itu adalah pembangunan mushalla perlu dibuat di ruang yang tepat, yakni di bangunan utama.

Kemudian, memberikan tindakan bagi plaza dan hotel-hotel yang membuat mushalla di basement parkir.

Dia mengakui, ada banyak bangunan plaza dan hotel yang memberikan ruang mushalla di basement parkir.

Masih sangat sedikit plaza dan hotel yang memberikan ruang khusus mushalla.

Jika pun ada, luasnya juga sangat kurang memadai.

“Inilah yang masih banyak disesalkan masyarakat saat berkunjung ke hotel dan plaza di Kota Medan,” ucapnya.

Berdasarkan catatan tim, ada sejumlah plaza yang sudah baik menempatkan mushalla.

Seperti Centre Poin, Manhattan, Hotel Garuda Plaza, dan Plaza Medan Fair.

Kendati demikian, secara luas dinilai masih sangat kurang.

“Kami meminta Plt Walikota Medan harus lebih ketat lagi dalam hal mengeluarkan izin untuk plaza, terkhusus mengatur tentang fasilitas mushalla,” sebutnya.

Bangunan Utama

Selanjutnya, Afri Rizky Lubis menyebutkan,  mushalla selayaknya ditempatkan di dalam bangunan utama dengan ruang wuduk dan toilet yang layak.

Dengan begitu, masyarakat yang berkunjung ke plaza-plaza semakin mudah melaksanakan ibadahnya.

“Saya berharap ini bisa segera terlaksana, dan masyarakat yang berkunjung tidak sulit melaksanakan ibadah wajibnya,” tuturnya.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah pengunjung menyebutkan, mereka merasa tidak nyaman dengan mushalla untuk beribadah di lantai dasar sebuah hotel maupun pusat perbelanjaan.

Selain itu bangunan sempit,  ditambah adanya bau tak enak serta kebisingan kendaraan membuat sejumlah pengunjung tidak nyaman menjalani ibadah di tempat tersebut.

Mereka bilang, karena berada di area parkir, sangat tidak nyaman bagi mereka yang ingin beribadah (cyn)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2