Pemko Diminta Bahas Pembukaan KCW Ke DPRD Medan

  • Bagikan
ANGGOTA Komisi III DPRD Medan, Rudiawan Sitorus. Waspada/Ist
ANGGOTA Komisi III DPRD Medan, Rudiawan Sitorus. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada):  Sebelum dibuka kembali, Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta membahas operasional Kesawan City Walk (KCW) bersama DPRD Kota Medan.

Hal ini terkait hal yang akan dilakukan guna meminimalisir penyebaran covid 19, akibat sering terjadi Kerumunan di Kesawan City Walk berjuluk The Kitchen Of Asia tersebut.

“Apa saja yang harus dilakukan, termasuk fasilitasnya, MKCK dan hal-hal lain agar KCW itu terancang dengan baik dan tidak menimbulkan klaster penyebaran covid 19. Ini harus dibicarakan ke DPRD Kota Medan untuk mengkonsepnya bersama,” ujar Anggota Komisi III DPRD Medan, Rudiawan Sitorus (foto), di Medan, Minggu (16/5).

Diketahui, Wali Kota Medan Bobby Nasution menutup sementara seluruh kegiatan di KCW mulai 5 hingga 20 Mei 2021. Sejumlah ruas jalan yang selama ini ditutup akan dibuka kembali seperti biasa dan seluruh pedagang tidak diperbolehkan berjualan.

Penutupan sementara ini dilakukan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan mengantisipasi terjadinya konsentrasi masyarakat di KCW, terutama yang datang dari kawasan Binjai, Deliserdang dan Tanah Karo.

Dikatakan politisi PKS ini, kehadiran KCW selama ini tidak dapat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), meski dihadirkan petugas Satpol PP dan polisi. Karena kalau pengunjung sudah memblundak apalagi melebihi dari petugas, maka peringatan Prokes akan diabaikan.

“Apalagi salahsatu karakter orang Medan itu berani-berani. Jadi perlu dibicarakan pembatasan seperti apa yang diterapkan,”  ucapnya.

Kalau memang pembatasan tidak dapat dilakukan, Rudiawan, mengusulkan operasional KCW ditunda sementara sampai Kota Medan berubah menjadi zona kuning atau hijau.

“Sehingga peningkatan dari covid 19 tidak meningkat. Kita khawatir ada klaster baru di KCW yang memudahkan virus menyebar. Karena tidak tahu siapa saja pengunjung itu. Tidak mengindentifikasi siapa-siapa saja yang datang,” ungkapnya.

Ide Brilian

Diakui Rudiawan, ide KCW sebagai Kitchen Of Asia itu adalah satu ide brilian untuk mengenal Kota Medan ke tingkat Asia bahkan mancanegara dengan kulinernya.

Serta mengaktifkan kembali cagar budaya dengan meremajakan gedung-gedung tua di kawasan Kesawan dijadikan destinasai wisata.

“Tapi momennya ini kurang tepat. Pandemi covid 19 kan harus mengurangi kerumunan, tapi justru KCW mengundang kerumunan yang tidak terkendali. Sehebat apapun melakukan pengendalian, tapi kalau jumlah pengunjungnya itu banyak, maka pengendalian pencegahan virus tidak terlaksana,” ungkapnya.

Rudiawan menyebut harusnya saat ini Pemko Medan harus fokus dalam membuat kebijakan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus covid19, bukan justru membuat kebijakan yang berpotensi membuat penularan semakin masif.

“Fokusnya bagaimana menjadikan Medan yang saat ini zona kuning menjadi zona hijau,” tuturnya. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.