Pemko Diminta Antisipasi PMK Sapi

  • Bagikan
WAKIL Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga . Waspada/Ist
WAKIL Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga . Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga meminta Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, serta Pemko Medan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Medan untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Provinsi Sumut pada umumnya dan Kota Medan pada khususnya.

Terkhusus untuk Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan itu meminta agar dapat dilakukannya pengetatan masuknya daging sapi ke Kota Medan.

“Khusus kepada Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, kita juga mendorong untuk memperketat masuknya daging sapi ke Kota Medan agar masyarakat dapat terhindar dari kemungkinan memakan daging sapi yang wabah PMK,” ucap Ihwan Ritonga (foto), Kamis (26/5).

Sebab kata Ihwan, sebanyak 389 hewan ternak sapi di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara telah terdeteksi terkena PMK pada pekan lalu. Wabah ini menyerang peternakan sapi di lima kecamatan di Kabupaten Deliserdang, dua diantaranya di Kecamatan Percut Seituan dan Tanjungmorawa.

Dan diketahui, dua kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan Kota Medan, terlebih menjelang pemotongan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1443 H di Bulan Juli mendatang.

“Seperti biasanya, meenjelang Idul Adha, kebutuhan hewan kurban untuk Kota Medan kebanyakan dipasok dari Deliserdang dan sebagian daerah lainnya. Tentunya ini sangat riskan apabila sapi yang terkena PMK masuk ke Kota Medan, makanya sangat perlu untuk dilakukannya pengetatan pengawasan,” ujarnya.

Ihwan juga meminta Dinas terkait, baik tingnat provinsi maupun Kota Medan untuk memberikan jaminan bahwa semua pasokan sapi yang masuk Sumut dan Kota Medan layak konsumsi dan terhindar atau aman dari PMK.

“Apalagi saat ini ada kecemasan di masyarakat Medan yang mulai ragu mengonsumsi daging sapi, PMK ini membuat banyak warga Medan menjadi cemas. Apalagi saat ini wabah PMK bukan lagi isu. Jadi jaminan dari instansi terkait sangat penting bahwa daging sapi yang masuk ke Kota Medan harus steril dari PMK,” katanya.

Meski wabah PMK bukan lagi isu baru dan pemerintah pernah berhasil menanganinya, sambung Ihwan, pemerintah perlu juga melakukan vaksinasi bagi hewan ternak tersebut.

“Tidak hanya manusia saja yang perlu divaksin dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, hewan ternak juga perlu sebagai bentuk antisipasi. Ini juga perlu kita dorong,” katanya.

Kepastian sterilisasi ternak sapi terkena PMK di Sumut, kata Ihwan, juga sangat penting bagi keberlangsungan pelaku usaha peternakan sapi. Sebab, ada kecenderungan omset penjualan ternak sapi menurun karena dampak isu ketakutan masyarakat akan PMK.

“Saat ini, persoalan wabah PMK yang menyerang hewan ternak sapi juga menjadi persoalan nasional. Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga turun ke Lampung untuk mengantisipasi wabah PMK tersebut. Ini harus jadi perhatian kita juga di Sumut, utamanya di Kota Medan,” pungkasnya. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.