Waspada
Waspada » Pemko Dan Pemprovsu Tak Serius Antisipasi Banjir
Medan

Pemko Dan Pemprovsu Tak Serius Antisipasi Banjir

BANJIR DI SUNGAI DELI -- Sejumlah warga tampak duduk di depan rumah mereka yang berhadapan dengan Sungai Deli, Jumat (4/12). Anggota DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga berpendapat, Pemko Medan dan Pemprovsu terkesan tak serius antisipasi banjir. Waspada/Partono Budy
BANJIR DI SUNGAI DELI -- Sejumlah warga tampak duduk di depan rumah mereka yang berhadapan dengan Sungai Deli, Jumat (4/12). Anggota DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga berpendapat, Pemko Medan dan Pemprovsu terkesan tak serius antisipasi banjir. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga berpendapat, Pemko Medan dan Pemprovsu terkesan tak serius antisipasi banjir yang menerjang sejumlah kawasan di Medan, Binjai dan Deli Serdang.

“Salah satu ketidakseriusan Pemko Medan itu terlihat dari lemahnya pengawasan bangunan yang membuang sampah atau limbah di kawasan yang berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Medan,” kata Zeira kepada Waspada, di Medan, Jumat (4/12).

Dia merespon musibah banjir bandang yang terjadi di sejumlah kecamatan di Medan, yang menimbulkan korban jiwa dan harta. Banjir kali ini terlihat sangat parah, yang terlihat dari luapan air hingga ke rumah-rumah penduduk.

Sejumlah kawasan yang berbatasan antara Medan dengan Deli Serdang juga diterjang banjir. Banjir juga menerjang hingga ke Binjai dan Tebing Tinggi.

Di Kecamatan Medan Maimon, banjir diduga terjadi akibat hujan deras pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, sehingga membuat bagian hulu Sungai Deli meluap hingga ke arah hilir.

Terhadap banjir di Medan Maimon, yang sebagian wilayahnya berdekatan dengan Sungai Deli, Zeira menyebutkan, selain karena faktor cuaca yang anomali, terlihat di sepanjang DAS terlihat banyak bangunan yang terkesan dibiarkan berdiri, sehingga terjadi penyempitan pada bagian pinggir sungai.

“Kita juga lihat, belum ada langkah maksimal mengeruk sungai yang mengalami pendangkalan, diduga karena pembuangan sampah dan material yang mengendap ke dasar sungai,” ujarnya.

Selain itu, di kawasan sekitar bantaran Sungai Deli, dia juga melihat banyak selokan yang tumpat akibat tidak terpeliharanya saluran air atau parit.

Tidak Maksimal

Terhadap Pemprovsu, Zeira berpendapat, anggaran yang dikucurkan untuk penanganan banjir terkesan tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Ada anggaran belasan miliar yang sudah diprioritaskan untuk pelebaran dan pengerukan Sungai Deli, dan di beberapa daerah di Sumut itu sudah kita usulkan supaya jangan di-refocusing,” katanya.

Faktanya, di APBD 2020, anggaran penanggulangan banjir dari salahsatu dinas di Sumut dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. “Sekarang kita lihat Covid-nya belum selesai, kini malah banjir yang datang,” katanya.

Dengan kondisi itu, Zeira berpendapat, Pemko dan Pemprovsu tak serius antisipasi banjir, sehingga dikhawatirkan bencana serupa akan terjadi lagi.

Ke depan, DPRD Sumut berharap, Pemprovsu dan Pemko Medan bersinergis untuk menangani banjir. “Banyak cara mengatasi banjir sebenarnya, tetapi itu tinggal keseriusan pemerintah saja,” katanya.

“Untuk Pemko Medan, diharapkan buatlah perencanaan yang matang, fokuskan satu tahun anggaran dalam mengantisipasi banjir,” ujarnya.

Selain itu, saatnya Pemko Medan sudah memiliki menajemen antisipasi banjir agar tidak terulang dari tahun ke tahun.

“Ini saya kira jadi beban berat bagi calon walikota mendatang, karena masalah banjir sudah berulang-ulang terjadi,” imbuhnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2