Pemko Akan Terapkan E-Parking Di Medan

  • Bagikan
WALI Kota Medan, Muhammad Bobby Nasution saat memberi tanggapan Kepala daerah terhadap pemandangan umum Fraksi-Fraksi terkait Laporan Pertanggungjawaban APBD 2020, Senin  (21/6). Pemko Medan akan berlakukan e-parking di Medan. Waspada/Yuni Naibaho
WALI Kota Medan, Muhammad Bobby Nasution saat memberi tanggapan Kepala daerah terhadap pemandangan umum Fraksi-Fraksi terkait Laporan Pertanggungjawaban APBD 2020, Senin  (21/6). Pemko Medan akan berlakukan e-parking di Medan. Waspada/Yuni Naibaho

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan menerapkan e-Parking di seluruh Kota Medan sebagai upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Medan Bobby Nasution menanggapi usulan terkait pemberlakuan e-Parkir di Kota Medan yang disampaikan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), dalam rapat paripurna yang beragendakan tanggapan Kepala daerah terhadap pemandangan umum Fraksi-Fraksi terkait Laporan Pertanggungjawaban APBD 2020, Senin (21/6).

“Kita akan memperbanyak e Parking, seperti yang telah dilaksanakan di daerah kesawan untuk meminimalisir kebocoran penerimaan, merupakan usulan yang sangat baik dan sudah menjadi prioritas Pemko Medan, ” ujarnya.

Bobby juga mengatakan, Pemko Medan sedang mempersiapkan seluruh rencana e Parking di Kota Medan.

“Sampai saat ini Dinas Perhubungan sedang mempersiapkan seluruh aspek teknis untuk melaksanakan e Parking yang akan dimaksimalkan penerapannya di seluruh objek retribusi parkir tepi jalan umum Kota Medan, ” jelasnya.

Seperti diketahui, realisasi pajak parkir sebesar 14,11 milyar rupiah atau sebesar 82,15 persen dari target sebesar 17,18 milyar rupiah menunjukkan pemerintah Kota Medan tidak serius mengejar target PADdari anggaran ini.

Pada tahun 2019 dapat terealisasi 26,56 milyar sedangkan tahun 2020turun jauh sekali. Selama ini pajak parkir yang rendah terus disorot oleh DPRD kota Medan.

Dengan menerapkan target yang rendah diharapkan memudahkan pencapaiannya akan tetapi semakin rendah pula realisasinya, realisasi pendapatan dari sektor retribusi daerah sebesar 89,72 milyar rupiah atau sebesar 94,58 persen dari target sebesar 94,86 milyar rupiah.

Begitu juga realisasi pendapatan dari pos retribusi parkir tepi jalan umum hanya sebesar 12,98 milyar rupiah atau sebesar 58,72 persen dari target sebesar 22,10 milyar rupiah.

Terjadi penurunan pendapatan mencapai 9 milyar rupiah dari tahun 2019 yang mencapai 21,99 milyar. Padahal jumlah kendaraan terus bertambah di Kota Medan ini.

Molor

Sebelumnya, rapat paripurna yang dihadiri Ketua DPRD Medan Hasyim SE, Wakil Ketua, Ihwan Ritonga, Rajudin Sagala dan HT. Bahrumsyah, serta Sekda Kota Medan Wirya Al Rahman, sempat molor hingga dua jam dari agenda yang ditetapkan, karena menunggu kedatangan Wali Kota Medan.

Rapat yang dijadwalkan digelar Pukul 10.00 Wib baru dibuka pukul 11.50 wib , mendapat protes dari Anggota DPRD Medan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Renville Napitupulu.

Mendapatkan protes dari Renville, Ketua DPRD Medan kemudian memanggil Sekda Kota Medan yang duduk tidak jauh dari meja Pimpinan sidang.

“Info dari Pak Sekda, Berhubung ada demo di Kantor Wali Kota, Pak Wali Kota bertemu dulu dengan pendemo, ” ucap Hasyim. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *