Pemilik SPBU Di Medan Resah Disidak Petugas Tak Miliki Surat Tugas

  • Bagikan
SALAH satu SPBU di Medan. Waspada/Partono Budy
SALAH satu SPBU di Medan. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Para pemilik Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) di Medan resah. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir didatangi petugas mengaku dari UPT Meteorologi Dinas Perdagangan Kota Medan didampingi aparat mengaku dari kepolisian. 

Para pemilik SPBU resah karena para petugas tersebut mendatangi SPBU mereka melakukan tera (timbang) ulang jumlah liter minyak yg keluar dari mesin nozzle padahal mereka baru saja ditera. Terkesan para petugas ini hanya mencari-cari kesalahan dan mengganggu operasional SPBU. 

Para petugas yang melakukan sidak ini juga tidak menunjukkan surat tugas dari instansi mereka berdinas. 

Berdasarkan informasi yang waspada.id peroleh di lapangan, sudah ada beberapa SPBU yang disidak oleh tim petugas ini antara lain SPBU 142011153 Jl Mandala By Pass.

SPBU 14201109 Jl Simpang Pos Medan, SPBU 142021122 Martubung, SPBU 14202122 Jl Merbabu dan terakhir Senin (6/12) di SPBU 14202141 Jl Menteng Raya. 

Di SPBU ini aparat didampingi petugas penera dari UPT Meteorologi Medan berinisial Sht dan Pls melakukan sidak hanya ke 2 nozzle yang sebelumnya dilapor pihak SPBU ke Sht akan dilakukan perbaikan tanpa merusak segel.

Tetapi yang terjadi di hari berikutnya Sht datang dengan aparat langsung menera. 

Karena didapat hasil yang melebihi toleransi, karyawan SPBU dan operator langsung digelandang ke kantor polisi dengan tuduhan penipuan konsumen. 

Pengawasan

Menurut salah seorang pemilik SPBU, sesuai aturan, seharusnya tim pengawasan dari Metrologi yang turun ke SPBU-SPBU untuk melakukan pengawasan, jika didapat tera yg melebihi toleransi akan dilakukan pembinaan dan dilakukan tera ulang terhadap nozzle terkait.

Tetapi sekarang terbalik aparat turun tanpa didampingi tim pengawas dari Metrologi yang memiliki sertifikasi pengawasan. Malah didampingi tim penera yg tidak memiliki sertifikasi pengawasan. 

“Kami mohon kepada Bapak Kadis Perdagangan agar UPT Metrologinya ditertibkan agar tidak meresahkan pengusaha SPBU. Jika sidak ini berlanjut kami akan bawa masalah ini ke pak walikota atau pak gubernur jika perlu kami seluruh SPBU Kota Medan akan menutup operasional SPBU sampai masalah  ini selesai,” ujar salah seorang pemilik SPBU.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Damikrot ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya tidak bersedia mengangkatnya. Sementara itu, Kabid UPT Metrologi Medan Januari Pane ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya turun hanya sebagai pendamping aparat kepolisian.

“Posisi kita hanya sebagai pendamping polisi. Dari Polrestabes menyurati kita meminta untuk mendampingi mereka mendatangani sejumlah SPBU di Medan. Makanya kita ikut mendampingi aja,” kata Januari. (m06/m26)

  • Bagikan

Respon (2)

  1. Tidak perlu takut diperiksa, kalau memang takaran volumenya sesuai toleransi yg diizinkan.
    Seharusnya setiap petugas hrs dilengkapi surat tugas dari instansi yg bersangkutan, kalau gak ada jgn dilayani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *