Waspada
Waspada » Pemilik Sertifikat Minta Polres Aceh Timur Kembalikan Lahan
Medan

Pemilik Sertifikat Minta Polres Aceh Timur Kembalikan Lahan

PEMILIK Sertifikat tanah No 1 tahun 1964 Fuadi Hasballah. Pemilik Sertifikat minta Polres kembalikan lahan kepada ahli waris. Waspada/Ist
PEMILIK Sertifikat tanah No 1 tahun 1964 Fuadi Hasballah. Pemilik Sertifikat minta Polres kembalikan lahan kepada ahli waris. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pemilik Sertifikat tanah No 1 tahun 1964 minta kepada pihak Polres Aceh Timur agar kembalikan sebidang lahan kepada ahli waris.

Fuadi Hasballah (foto), ahli waris dari almarhum Tgk H Hasballah, minta kepada Polres Aceh Timur agar kembalikan sebidang lahannya.

Tanah di Buket Pala Idi Rayeuk Aceh Timur kini telah berdiri bangunan kantor dan asrama polisi, yang sebelumnya hanya bersifat pinjam pakai, bukan dijual atau dihibahkan.

Desakan tersebut dikatakan Fuadi Hasballah menyikapi terbitnya sertifikat No 2 tahun 2005, yang dikeluarkan Badan Pertanahan Negara (BPN) Aceh Timur pada obyek tanah tersebut

Kepada Waspada di Medan, Kamis, (30/7) Fuadi Hasballah menceritakan kronologis tersebut bahwa intinya pemilik sertifikat minta Polres Aceh Timur kembalikan lahan kepada ahli waris.

Pihaknya memohon keadilan agar tanah milik keluarga mereka dikembalikan, karena selama ini itu hanya bersifat pinjam pakai.

“Tegasnya bukan dijual, sehingga peralihan sertifikat yang dikeluarkan BPN Aceh Timur, ” katanya

Semula dengan adanya kabar terhadap dugaan penyerobotan tanah milik salah satu warga seluas sekitar 13.419 meter lebih yang berada di Jl Asrama Buket Pala Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Kini di lahan tersebut telah dibangun kantor dan Asrama Polisi.

“Kami sebagai pemilik lahan yaitu keluarga besar almarhum Tgk H  Hasballah Hanafiah, dengan tegas mengatakan, lahan yang sekarang telah berdiri kantor dan asrama Polsek Bukit Pala itu bermasalah,” katanya.

“Karena itu adalah hak kami sebagai ahli waris,” tegas Fuadi.

Tinjau Kembali

Kami tegaskan lagi,  Tgk H Hasballah Hanafiah dan ahli waris tidak pernah buat surat hibah kepada siapapun atas tanah tersebut.

Seperti yang tertuang disertifikat hak pakai yang ada sama pihak kepolisian yang diterbitkan BPN pada tahun 2005.

Sertifikat itu ditandatangani Mursil sebagai Kepala BPN Aceh Timur saat itu.

Bahkan, dalam persidangan surat hibah seperti pengakuan oleh pihak Polres Aceh Timur tidak pernah ditunjukkan oleh BPN pada pihak keluarga seperti apa bentuk surat tersebut.

“Ini membuat kita sangat kecewa, kita sudah dipermainkan oleh ketidakadilan ini,” sesal Fuadi.

Pihaknya berharap kepada Pemda Aceh Timur agar dapat meninjau kembali terkait dengan persoalan tersebut, di mana lahan tersebut statusnya adalah dipinjampakaikan.

“Lalu kok bisa dibangun kantor dan asrama dengan menggunakan uang negara, apakah ini tidak menyalahi aturan? “ ungkap Fuadi, anak almarhum Tgk H Hasballah Hanafiah ini.

“Kami sangat berharap agar tanah tersebut dikembalikan pada keluarga kami oleh Pemda Aceh Timur,” sambungnya.

Sebab, itu tanah milik mereka  dan hingga kini tanah seluas 13.419 meter tersebut dan hingga kini masih mereka yang membayar PBBnya.

“Dan sertifikat Hak Milik juga masih ada sama kami.” tegasnya.

”Bagaimana mungkin kami tidak bingung dibuatnya, sedangkan lahan yang bermasalah kok bisa dibangun kantor dan asrama Polisi.” tutupnya. (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2