Waspada
Waspada » Pemilik Panti Pijat Ditangkap
Medan

Pemilik Panti Pijat Ditangkap

PETUGAS Reskrim Polres Pelabuhan  Belawan memperlihatkan sejumlah barang bukti yang disita dari tersangka RP, pemilik panti pijat yang ditangkap, Minggu (2/8). Waspada/Ist
PETUGAS Reskrim Polres Pelabuhan  Belawan memperlihatkan sejumlah barang bukti yang disita dari tersangka RP, pemilik panti pijat yang ditangkap, Minggu (2/8). Waspada/Ist

BELAWAN (Waspada): Diduga mempekerjakan anak di bawah umur (eksploitasi seks), seorang pemilik usaha panti pijat (kusuk) lulur ditangkap oleh personil Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Minggu (2/8).

Pemilik panti pijat yang ditangkap itu diketahui seorang pria, berinisial RP,45, warga Pasar II Desa Tanjung Selamat Kec. Percutseituan Kab. Deliserdang.

Dia ditangkap berdasarkan laporan pengaduan dari Rosidawati ke Polres Pelabuhan Belawan, yang tak senang anak gadisnya diperkerjakan di lokasi kusuk lulur M milik RP tanpa seizinnya.

Paur Humas Polres Pelabuhan Belawan Iptu Bonar Pohan menyebutkan, sesuai laporan pengaduan  LP/305/VII/2020/SU/SPKT PEL-BLWN tertanggal 13 Juli 2020.

Sang pelapor Rosidawati menyebutkan, anaknya  pergi dari rumahnya pada Sabtu (11/7) lalu ke Medan, dengan tujuan untuk melihat neneknya yang sakit.

Ternyata, setelah dicek ke rumah neneknya, anak pelapor tidak berada di rumah neneknya, tetapi diketahui dipekerjakan di lokasi kusuk M,  di Jl  Haji Anif Desa Sampali, Kec. Percut Seituan Kab. Deliserdang sejak  Senin,13 Juli 2020.

“Begitu mengetahui putrinya bekerja di lokasi pijat lulur yang diduga sebagai pekerja seks, dengan modus pekerja lulur apalagi anaknya masih di bawah umur ibu korban langsung membuat laporan pengaduan ke SPK Polres Pelabuhan Belawan,” jelas Paur Humas.

Gerebek

Berdasarkan laporan pengaduan dari pelapor, petugas Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan langsung melakukan penyelidikan.

Personil Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan langsung menggerebek lokasi kusuk lulur M milik tersangka RP.

“Dari lokasi kusuk lulur M, petugas menemukan sejumlah barang bukti satu buah spanduk iklan tempat kusuk lulur  bertuliskan M,” katanya.

Kemudian, 10 sachet kondom merk Sutra, 2 buah celana dalam wanita dan bra. 2 set pakaian rok mini. 4  buku daftar tamu.

Lalu ada 1 botol lotion, tablet obat-obat khusus wanita, tisu kertas, lipstik dan kutek serta sperei tempat tidur dan bantal.

Selain itu, tambah Paur Humas, polisi juga menangkap RP selaku pemilik panti pijat/kusuk lulur M.

Karena diduga telah mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pekerja seks (eksploitasi seks).

“Polisi masih terus melakukan penyelidikan, karena diduga masih ada anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai pekerja seks berkedok pijat lulur,” ujar Paur Humas.

Dia menambahkan tersangka RP dipersangkakan Pasal 76 Jo Psl 88 UU RI No. 17 Tahun 2016  tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2