Waspada
Waspada » Pemilik 1.200 Butir Ekstasi Dituntut 13 Tahun Penjara
Medan

Pemilik 1.200 Butir Ekstasi Dituntut 13 Tahun Penjara

TERDAKWA saat mengikuti persidangan online melalui video call, di PN Medan. Pemilik 1.200 ekstasi itu dituntut hukuman 13 tahun penjara. Waspada/Rama Andriawan
TERDAKWA saat mengikuti persidangan online melalui video call, di PN Medan. Pemilik 1.200 ekstasi itu dituntut hukuman 13 tahun penjara. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Nvivek Ananda, pemilik 1.200 butir ekstasi dituntut 13 tahun penjara oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Randi Tambunan.

Pemilik 1.200 butir ekstasi dituntut 13 tahun penjara dan membayar denda Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan pidana penjara selama 6 bulan.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Nvivek Ananda alias Wiwik dengan pidana penjara selama 13 tahun,” ucap jaksa Randi Tambunan di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (27/10).

Di hadapan Hakim Ketua Riana Pohan, terdakwa warga Jl. Darat, Kel. Darat, Kec. Medan Baru, Kota Medan ini terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain pidana penjara, jaksa Randi juga membebankan terdakwa dengan membayar denda Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Usai mendengarkan tuntutan dari jaksa majelis hakim diketuai Riana Pohan menunda persidangan pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa.

Jemput Ekstasi

Dalam dakwaan jaksa Randi Tambunan, dijelaskan terdakwa awalnya pada 13 Februari 2020 sekira pukul 09.00, dihubungi oleh Guru Besar (belum tertangkap) untuk menyuruhnya menjemput ekstasi sebanyak 100 butir di Amplas.

Kemudian, terdakwa menjemput ekstasi tersebut di depan Naga Hall, Jl. Sisingamangaraja, Kec. Medan Amplas.

Setelah itu terdakwa sesuai arahan Guru Besar memberikan nomor handphone dan jumlah ekstasi dan kode pemesanan untuk calon pembeli.

Kemudian pada 15 Februari 2020, terdakwa menghubungi calon pembeli yakni Bismar Marpaung dan Pinondang Pangaribuan (polisi yang menyamar) yang sebelumnya telah memesan ekstasi kepada Guru Besar.

Selanjutnya, mereka sepakat bertemu di Jl Abdullah Lubis Kel. Darat Kec Medan Baru tepatnya di depan Toko Amanda Brownies.

Lalu sekitar pukul 21.00, terdakwa pergi menemui calon pembeli dan menyerahkan satu bungkus kotak rokok yang di dalamnya terdapat satu bungkus plastik klip bening tembus pandang yang di dalamnya berisikan narkotika diduga jenis pil ekstasi sebanyak 100 butir.

Dikatakan JPU, terdakwa kemudian diamankan dan diinterogasi. Dari penuturan terdakwa, masih ada yang terdakwa simpan di rumahnya.

Polisi lalu menggeledah rumah dan menemukan sebanyak 1100 butir ekstasi yang disimpan di dalam kotak.

Peran terdakwa adalah sebagai orang suruhan Guru Besar dan menjadi perantara jual beli pil ekstasi untuk diserahkan kepada pembeli.

Dari pengakuan terdakwa, bila berhasil menjual ekstasi tersebut maka akan memperoleh keuntungan Rp10 sampai 15 juta. (m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2