Waspada
Waspada » Pemerintah Harus Rangkul Media Saat Pandemi Corona
Medan

Pemerintah Harus Rangkul Media Saat Pandemi Corona

DOSEN Fakultas Hukum USU, M Hadyan Yunhas Purba. Pemerintah harus rangkul media sat pandemi Corona. Waspada/Ist
DOSEN Fakultas Hukum USU, M Hadyan Yunhas Purba. Pemerintah harus rangkul media sat pandemi Corona. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pemerintah harus rangkul media untuk menyampaikan informasi akurat saat pandemi Corona.

“Pemerintah harus rangkul media saat pandemi Corona agar media tetap hidup,” kata Dosen Fakultas Hukum USU, M Hadyan Yunhas Purba (foto), Jumat(3/4).

Saat ini, pemerintah telah mengucurkan dana guna penanggulangan Pandemic Covid-19 sebesar Rp 405,1 Triliun.

Adapun rinciannya, Rp 75 triliun untuk bidang kesehatan, Rp 110 triliun untuk social safety net.

Kemudian Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR. Serta Rp 150 triliun, yang dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

“Seharusnya dari anggaran tersebut juga terdapat pengalokasian untuk pembinaan pers nasional, yang menyuguhkan informasi yang benar akurat kepada masyarakat di saat pandemi seperti ini,” katanya.

Dalam pandanganya, alokasi untuk pers lebih efektif dibanding alokasi anggaran Rp 72 Miliar hanya untuk menggandeng para influencer agar mengiklankan pariwisata Indonesia yang terdampak wabah virus corona atau Covid-19.

Sebab, pandemi Covid-10 yang terjadi saat ini telah menimbulkan dampak ke berbagai pihak, termasuk pers.

“Jangan sampai perhatian pemerintah terhadap pers luput, mengakibatkan pers nasional berhenti dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.

Kegaduhan

Sehingga, muncul pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dalam menyebarkan informasi yang menyesatkan (misleading information) yang dapat membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

Namun di samping itu, meskipun pers mendapat pembinaan dari pemerintah terkait dengan bantuan operasional selama masa pandemi covid 19, pemerintah tidak boleh dengan serta merta mengintervensi pers.

“Sehingga menghilangkan independensi dan kemandirian dari pers itu sendiri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut H Farianda Putra Sinik SE menyebutkan,  pandemi Corona membuat media cetak di Sumut terancam bangkrut..

Situasi ini makin diperparah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga mendekati Rp17.000, yang secara otomatis menaikkan harga kertas koran.

Situasi ini juga melemahkan daya beli masyarakat sehingga memperparah situasi persuratkabaran saat ini.

“Dikhawatirkan apa yg sedang terjadi saat ini dengan merebaknya wabah virus corona, dan bukan tidak mungkin bisa membuat banyak media cetak gulung tikar,” ujarnya.(m37)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2