Waspada
Waspada » Pemerintah Harus Hadir Lindungi Pesantren
Medan

Pemerintah Harus Hadir Lindungi Pesantren

WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI Drs H Marwan Dasopang saat kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Sumut. Pemerintah diminta lindungi pesantren. Waspada/Anum Saskia
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI Drs H Marwan Dasopang saat kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Sumut. Pemerintah diminta lindungi pesantren. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Drs H Marwan Dasopang meminta pemerintah hadir untuk lindungi pesantren yang terpapar ataupun yang belum terpapar Covid-19.

Pemerintah harus hadir lindungi pesantren, dengan memberi vitamin kepada para santri maupun pengelola pesantren tersebut.

Hal itu disampaikan Marwan kepada wartawan usai pertemuan dengan pejabat di Kanwil Kemenag Sumut belum lama ini.

Dijelaskan Marwan saat ini hanya pesantren yang menjadi tumpuan untuk pendidikan di tengah pandemi ini, karena sekolah sekolah lain itu melakukan pendidikan dengan sistem daring.

”Kita meminta agar pesantren di wilayah hijau agar tidak ditutup, sebab kalau ditutup akan terjadi lost generation,” kata anggota DPR RI dari Fraksi PKB Dapil Sumut 2 ini.

Menurut Marwan, untuk melindungi pesantren agar tidak terpapar Covid-19, maka pemerintah harus memberikan vitamin kepada santri dan pengelola pesantren.

“Ini dimaksudkan agar immunitas santri dan pengelola pesantren itu menjadi kuat .” Berapalah memberikan vitamin untuk pesantren,” kata Marwan lagi.

Dijelaskan Marwan selain mengelola pendidikan di pesantren itu ada yang nama nya barokah artinya ada keberkahan di dalam pesantren dari kyai yang mengelola pesantren itu.

Sejalan Kasi Pondok Pesantren dan Mahad Aly Bidang Pakis Kanwil Kemenagsu H Abdul Azhim, Rabu(14/10) menyebutkan, sesuai arahan dari Ka Kanwil Kemenagsu H Syahrul Wirda pihaknya sejalan dengan dengan apa disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H Marwan Dasopang.

Bahwa saat ini hanya Pondok Pesantren yang menjadi tumpuan untuk pendidikan ditengah pandemi ini dan kita harus melindungi pesantren agar tidak terpapar Covid-19 sangat kita apresiasi.

“Seyogyanya seluruh insan pengelola  pondok pesantren wajib melindungi seluruh santrinya maupun ustad sebagai pendidik di ponpes, khususnya Sumatera Utara ini,” katanya.

Pemantauan

Dilanjutkannya, penanganan yang dilakukan bagi Ponpes dalam masa pandemi Covid-19, yaitu dengan melakukan pemantauan dan sosialisasi.

Baik melalui kemenag Kab/Kota maupun Kanwil Kementerian Agama langsung atau melalui media online.

Tujuannya tujuan agar pihak pesantren selalu menerapkan protokol kesehatan dalam penanggulangan Covid-19, dan juga disampaikan selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas penanggulangan Covid-19 di Kab/Kota masing-masing.

“Bidang Pakis Kanwil Kemenagsu telah meneruskan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri, Dengan panduan penyelenggaraan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 hal ini telah didistribusikan ke seluruh tempat pendidikan agama dan keagamaan islam (PAKIS), di bawah kementerian Agama sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 dilinkungan pendidikan pesantren,” katanya.

Dia sembari menyebutkan,  khusus perhatian pemerintah melalui Kemenag Ri di masa pandemi ini telah memberikan bantuan kepada lembaga Ponpes, Baik itu bantuan Daring tahap I maupun BOP Ponpes untuk Tahap II, bantuan tahap I telah masuk langsung ke rekening Ponpes yang dikirimkan Kemenag RI. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2