Waspada
Waspada » Pemeliharaan Keamanan Mesti Dilakukan Dalam Wadah Pancasila
Medan

Pemeliharaan Keamanan Mesti Dilakukan Dalam Wadah Pancasila

MEDAN (Waspada): Kondisi keamanan bangsa dan negara Indonesia mesti dipelihara dalam wadah Pancasila. Hal tersebut merupakan sesuatu yang urgensi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kata akademisi Dr Alpi Sahari di Medan, Selasa (15/9).

“Negara berkewajiban dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyakat. Untuk itu peran Pemeliharaan Keamanan (Harkam) merupakan kunci utama di dalam pencapaian tujuan sistem penyelenggaraan Negara,” ujar Dr Alpi menanggapi terjadinya penyerangan berupa penusukan terhadap Syech Ali Jaber.
Menurutnya, terjadinya berbagai insiden penyerangan terhadap para ulama dan ustadz maupun konflik sosial lainnya menyadarkan kita betapa urgensinya peran Harkam di dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.
“Di dalam sistem negara kita bahwa penyelenggaraan Harkam diamahkan kepada institusi Polri. Kejadian penyerangan terhadap ulama dan ustadz maupun konflik sosial lainnya tentunya akan bisa diantisipasi apabila masyarakat sadar betapa pentingnya peran Harkam itu sendiri,” ujarnya.
Jika masyarakat menyadari betapa pentingnya peran Harkam, sambungnya, masyarakat akan merasa aman di dalam menjalankan hak-hak dasarnya yang diatur dalam konstitusi,” tutur Dr Alpi.
Dia mencontohkan misalnya kegiatan keagamaan, sosial dan ekonomi. Kejadian penyerangan terhadap ulama dan ustadz dapat diantisipasi apabila masyarakat memberitahukan setiap kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang ke kantor kepolisian terdekat.
“Pemberitahuan dimaksud agar Polri dapat mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarkat. Misalnya Polri sampai dengan lini terdepan memiliki personil Bhabinkamtibmas dalam fungsi Binmas dapat mengantisipasi segala bentuk ancaman dan gangguan yang terjadi pada penyelenggaraan kegiatan masyarakat,” tuturnya.
Dikatakan, nilai-nilai Pancasila akan sulit terimplementasi dengan baik apabila mengabaikan urgensi Harkam di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.(m05/A)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2