Pembunuh Ketua MUI Harus Dihukum Maksimal

Pembunuh Ketua MUI Harus Dihukum Maksimal

  • Bagikan
SOSIOLOG Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), Dr. Ansari Yamamah. Waspada/ist
SOSIOLOG Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), Dr. Ansari Yamamah. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Sosiolog Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), Dr. Ansari Yamamah (foto) berharap pelaku pembunuhan sadis Ketua MUI Labura, H Aminul Rasyid Aruan dihukum maksimal.

“Semoga pihak aparat hukum memberikan hukuman setimpal bagi pelaku pembunuhan sadis terhadap ulama, ” kata Ansari Yamamah menanggapi kasua pembunuhan sadis tersebut, Selasa (27/7) malam setelah mendapat kabar tentang peristiwa itu.

Dia meminta aparat hukum tidak boleh memberi ampunan bagi pelaku pembunuhan sadis dan biadab tersebut.

“Harus diberi hukuman maksimum yaitu hukuman mat,” kata Ansari Yamamah.

Diapun berdoa agar aparat kepolisian berani memberikan hukuman berat bagi pelaku biadab.

“Pelaku pembunuhan terhadap ketua MUI Labura dapat juga dihukum mati. Dalam hukum Islam, membunuh dengan sengaja baik kepada muslim maupun nonmuslim (zimmi) maka pelakunya tetap diganjar dengan hukuman mati,” katanya.

Katanya hukum Islam sangat tegas dalam ini kasus pembunuhan biadab, nyawa dibalas nyawa, itulah namanya Qishas.

Artinya seorang pembunuh harus mendapatkan hukuman bunuh juga. Dalam KUHP tentu diharapkan pelakunya ditimpa pasal berlapis hingga sampai pada hukuman mati.

“Hukuman mati kepada pembunuh berencana sangat tepat. Hukum nasional pun memerintahkan seperti itu untuk melindungi orang hidup,” ujar dia.

Tujuan penerapan hukuman tersebut, agar masyarakat tidak mudah membunuh karena hal sepele.

“Jangan sikit-sikit bunuh orang. Penerapan hukum mati bagi pembunuh agar masyarakat kita dapat hidup dengan penuh kepastian,” ungkap.

Dia mengakui selama ini, katanya, tuntutan terhadap pembunuh belum maksimal.

Demi rasa aman masyarakat maka polisi diharapkan mengusut tuntas. Supaya masyarakat merasa aman.

“Siapa saja yang membunuh seseorang maka sama dosanya seperti membunuh semua manusia. Itu dosa sangat besar, dan balasannya neraka jahanam,” katanya.

Dalam kasus ini, Ansari meminta masyarakat tetap tenang dan jangan terprovokasi. “Biarkan pak polisi dan aparat hukum bekerja menuntaskan kasus keji ini,” demikian Ansari.(m19)

 

 

  • Bagikan