Peluang Rempah Indonesia Kembali Berjaya Sangat Bisa Terjadi - Waspada

Peluang Rempah Indonesia Kembali Berjaya Sangat Bisa Terjadi

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Ketua Komite Rempah Nusantara (KRN), Lembaga Kajian Nawacita (LKN), Khairul Mahalli menyebutkan, peluang kembali berjayanya rempah Indonesia sangat bisa terjadi. Tetapi, kita harus memiliki dukungan yang kuat baik dari sisi produksi maupun perdagangan.

Hal tersebut disampaikan Khairul Mahalli yang tampil sebagai keynote speaker Dialog Nasional ‘Spice Up The World with Added Value’ yang digelar Lembaga Kajian Nawacita (LKN) via online (zoom), Kamis (18/11) sore.

Tampil juga sebagai keynote speaker dalam dialog tersebut yakni. Kepala Organisasi Riset lmu Pengetahuan Teknik, BRIN, Dr. Eng Agus Haryono dengan Opening Speech oleh Ketua Umum LKN, Ir. Samsul Hadi.

Sedangkan sebagai pembicara yakni, DR. Mutsyhito Solin, (Wakil Bupati Kab. Pakpak Bharat), Prof. (Em) Dr.ing Darwin Sebayang (IABIE / IAJ/ IATI/ LKN), Cand(Dr) Egi Agustin (Pusat Riset Kimia, BRIN) dan Rija Amperianto (Business Development Sucofindo).

Pembahas yakni Bambang Irianto (LKN Ekpor), Lukman Basri (Dewan Rempah Indonesia) dipandu moderator Lutfi Handayani MBA (Humas LKN) dengan host Sekjen LKN Totok Sediyantoro.

Dalam kesempatan itu, Khairul Mahalli menjelaskan, untuk mewujudkannya, kita harus melihat peluang dari kebutuhan rempah-rempah yang sangat ditentukan pada konsumsi masyarakat dunia itu sendiri. ‘’Jadi kita harus bisa menciptakan kebutuhan akan rempah Indonesia,’’ tuturnya.

Khairul mencontohkan, melalui promosi budaya dan masakan Indonesia atau melalui penelitian-penelitian yang mendukung konsumsi rempah Indonesia.

Kementerian perdagangan saat ini, kata Khairul, sudah melakukan berbagai hal dalam upaya meningkatkan ekspor rempah dan bumbu Indonesia, antara lain memetakan potensi pasar, melakukan promosi dan memperkuat dukungan logistik, perizinan dagang dan lain-lain.

‘’Nilai ekspor bumbu atau rempah olahan serta komoditas rempah segar di Indonesia mengalami tren positif, dengan rata-rata pertumbuhan 2,95 persen dalam lima tahun terakhir. Bahkan pada 2020 nilai ekspor mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat,’’ ucapnya.

Indonesia Spice Up The World merupakan salah satu program pemerintah yang melibatkan lintas kementerian/lembaga, sebagai salah satu upaya meningkatkan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia.

Indonesia Spice Up The World dapat mengembangkan dan menguatkan restoran Indonesia di luar negeri, atau sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran. Sehingga dengan adanya Indonesia Spice Up The World diharapkan dapat meningkatkan mendorong bahan-bahan kuliner unggulan Indonesia untuk diekspor ke lebih banyak negara dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian negara.

Melalui program ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan pada 2024 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan usaha kuliner bisa membuka 4.000 restoran Indonesia di luar negeri, ekspor pangan olahan, terutama bumbu rempah.

Pihak yang terlibat Indonesia Spice Up The World yakni pemerintah pusat, daerah, pengusaha, akademisi, komunitas dan media.

Disisi lain, Khairul menambahkan bahwa potensi produk rempah Indonesia di pasar dunia akan semakin meningkat jika harga ekspor dapat ditekan antara lain dengan menekan biaya logistik dan biaya pengolahan pasca panen.

Kemudian akan meningkat jika kualitas dapat dipertahankan, dengan dukungan sistem pengendalian mutu, mulai dari panen, pengeringan, pembersihan, sortir, pergudangan dan pengiriman.

Hal lainnya adalah keistimewaan cita rasa rempah Indonesia pada berbagai jenis makanan dan minuman melalui rangkaian kegiatan promosi. Termasuk memperkenalkan masakan Indonesia yang menggunakan rempah dengan modifikasi cita rasa lokal (Indonesia Spice Up The World / ISUTW).

Disamping itu, ketersediaan lahan di Indonesia yang cukup baik untuk produk organik (hutan rakyat) maupun konvensional (perkebunan negara, swasta, dan rakyat), demikian Khairul Mahalli.(m29)

Waspada/Ist
Ketua Komite Rempah Nusantara, Khairul Mahalli bersama pembicara dan peserta lainnya tampil dalam Dialog Nasional ‘Spice Up The World with Added Value’ yang digelar Lembaga Kajian Nawacita (LKN) via online (zoom), Kamis (18/11) sore.

  • Bagikan