Waspada
Waspada » Peluang Kejahatan Lebih Besar Jika Industri Miras Terbuka
Medan

Peluang Kejahatan Lebih Besar Jika Industri Miras Terbuka

MEDAN (Waspada): Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumut, Dr H Ardiansyah, MA, (foto) Jumat (26/2) menyampaikan pendapatnya terkait Pemerintah menetapkan industri minuman keras(miras) sebagai kategori usaha terbuka.

Dijelaskanya, Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, khamar (miras dan setiap yang memabukkan) adalah pokok pangkal dari seluruh kejahatan. Berdasarkan Hadis Nabi SAW tersebut menegaskan bahwa orang yang tertutup akalnya karena mabuk dapat melakukan perbuatan apa saja. 
“Kita membaca di media masa bahwa seseorang menembak kawannya atau bahkan keluarganya sendiri dalam kondisi mabuk. Akalnya tidak berfungsi lagi menyebabkan ia melakukan sesuatu yg kalau dalam kondisi sadar ia tidak akan melakukannya.
Akal sehat adalah anugerah terindah yg Allah SWT berikan kepada manusia. Maka janganlah disia-siakan apalagi disakiti.
Dalam ayat Alquran juga disebutkan bahwa khamar juga memiliki manfaat seperti untuk pengobatan dan operasi menghilangkan rasa sakit. 
“Jadi ada manfaatnya. Namun, jika disalahgunakan maka mudharat dan dosanya lebih besar lagi. Jika Alquran dan Hadis telah menegaskan demikian, maka yakinlah kita bahwa miras sangat besar mudharatnya,” katanya.
Jika setetes miras diminum dengan tujuan mabuk dapat menghapuskan pahala shalat 40 tahun, bagaiman pula jika diminum segelas atau bahkan sebotol. 
Oleh karena itu, kita berharap siapapun yang hendak menghalalkan yang diharamkan Allah SWT untuk mencari bumi selain bumi Allah ini. Tunggulah kehancuran,” ungkapnya.
 
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Pusat Anwar Abbas kecewa dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan industri minuman keras yang masuk kategori usaha terbuka
 
“Ini jelas-jelas tampak lebih mengedepankan pertimbangan dan kepentingan pengusaha dari pada kepentingan rakyat,” katanya.(m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2