Pelanggaran K3 Pada Tenaga Kerja Diprediksi Naik

  • Bagikan
HUKUM Ketenagakerjaan. Ketua Perkumpulan Pengajar dan Praktisi Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (P3HKI) Dr Asri Wijayanti SH MH mengatakan, dilihat dari draft UUU Ciptakerja, pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada tenaga kerja diprediksi naik. Waspada/Ist
HUKUM Ketenagakerjaan. Ketua Perkumpulan Pengajar dan Praktisi Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (P3HKI) Dr Asri Wijayanti SH MH mengatakan, dilihat dari draft UUU Ciptakerja, pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada tenaga kerja diprediksi naik. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ketua Perkumpulan Pengajar dan Praktisi Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (P3HKI) Dr Asri Wijayanti SH MH mengatakan, dilihat dari draft UU Cipta Kerja (Ciptaker), pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada tenaga kerja diprediksi naik.

Dilihat dari draft UU Ciptaker itu, pelanggaran K3 pada tenaga kerja diprediksi naik, karena ada yang sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan.

Demikian Asri Wijanti menjawab Waspada, Jumat, (16/10) petang.

Dikatakan Asri, menyoal draf RUU Ciptakerja tersebut dari segi hal ketenaga kerjaan, dari kajian pihaknya nenilai ada yang tidak sesuai dengan UU Ketenagakerjaan sebelumnya.

Contoh, kata dia, dalam hal batasan jumlah jam kerja yang tidak sesuai dengan normalnya jumlah jam kerja seseorang. Maka, kita prediksi pelanggaran K3 akan terjadi.

Disebutkannya, dalam UU hukum kaedah otonomnya, mengatur untuk semua tenaga kerja bahwa, ada saratnya. Yaitu, syarat minimal dan syarat maksimalnya. Dan ini diatur pemerintah.

Dalam hal jam kerja, contohnya, bahwa dalam UU Ketenagakerjaan yang berlaku sebelumnya adalah jumlah normal jam kerja seseorang tujuh atau delapan jam perharinya. Jadi, normalnya 40 jam perminggu.

Sedangkan normal lembur kerja adalah satu jam perharinya. Tapi dalam draf UU tersebut dikatakan bisa empat jam perharinya.

Lembur

Memang, lanjut Asri, dalam draf tersebut dikatakan ‘bisa’ empat jam per harinya.

Artinya, pengusaha bisa menerapkan lembur tersebut empat jam perharinya. “Ini kan sudah melebihi batas normal manusia dalam bekerja,” jelasnya.

Maka, dampaknya akan tidak baik pada tenaga kerja kita. Terutama pada kesehatan dan konsentrasi mereka. Bila konsentrasi bekerja terganggu, dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan dan keselamatan mereka.

Menurutnya, diprediksi akan terjadi peningkatan terjadinya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada para pekerja.

“Ini masih pembahasan normal jam kerja yang terdapat dalam draft RUU tersebut. Belum lagi hak-hak tenaga kerja lainnya.

Meski kajian kita nantinya bisa berubah apabila pemerintah sudah memberikan hasil UU Ciptakerja tersebut resmi dari pemerintah, sebutnya.

Sebab, selama ini kita juga mendapatkan file draf RUU tersebut dari dunia maya dan bervariasi.

Pertama, kita dapatkan draf tersebut ada dua ribu halaman Lalu, 812 halaman dan 795 halaman.

Artinya, kepastian jumlah halamannya pun tidak pasti. Dan kita tidak mendapatkan draf tersebut resmi dari pemerintah,ungkap Asri

“Dari informasi yang kita dengar, pemerintah akan membagikan draf asli dari pemerintah. Namun sampai hari ini (Jumat,-red) kita belum mendapatkannya, ” sebut Asti. (clin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *