Waspada
Waspada » Pekerja Demo DPRD Sumut Tuntut Pesangon
Medan

Pekerja Demo DPRD Sumut Tuntut Pesangon

PULUHAN pekerja yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (F-SPMI) demo di gedung DPRD Sumut, Jumat (3/7), tuntut hak pesangon yang belum diberikan perusahaan. Waspada/Partono Budy
PULUHAN pekerja yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (F-SPMI) demo di gedung DPRD Sumut, Jumat (3/7), tuntut hak pesangon yang belum diberikan perusahaan. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Puluhan pekerja yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (F-SPMI) demo di gedung DPRD Sumut, Jumat (3/7), untuk tuntut pesangon yang belum dibayarkan perusahaan.

Para pekerja  yang demo DPRD Sumut tuntut pesangon dan juga usut Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan PT Ju Shin, tempat mereka bekerja.

Dalam orasinya di gedung dewan itu, Jumat (3/7), Kordinator aksi, Apen Manurung mengatakan, aksi yang digelar federasi itu juga menuntut Komisi E meminta perusahaan karet di KIM II Mabar itu segera membayar pesangon kepada para pekerja.

Apen mengatakan, ke-197 yang dipecat itu hingga kini nasibnya terkatung-katung.

“Mereka di PHK dengan alasan Covid-19, tetapi kenyataannya, ekspor di perusahaan jalan terus,” ujar Apen.

Buktinya, setelah di PHK bulan April 2020, pada 15 Mei perusahaan justru memperkerjakan 200 tenaga kerja baru di mesin produksi utama di perusahaan asal Taiwan tersebut.

“Ini sungguh menyedihkan, dan terkesan ada unsur kesengajaan dalam memutuskan hubungan dengan pekerja,” katanya.

Hingga kini, ke-197 pekerjaan belum mendapatkan hak-hak normatif sesuai UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2013.
Selain tanpa pesangon, hak mereka mendapatkan dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) lenyap tak berbekas.

Karena pihak perusahaan “mematikan” status karyawan kepada BPJS, dengan alasan mengundurkan diri. “Kami tak pernah buat surat ke BPJS,” kata Apen.

Para pekerja menuntut mereka diperkerjakan kembali, atau kalau tidak, maka diminta membayar pesangon sesuai peraturan perundang-undangan.

Aksi demo para pekerja diterima Kasubag Pelayanan Masyarakat (Yanmas) Sekretariat DPRD Sumut, M Sofyan.

“Seluruh anggota Komisi E yang membidangi masalah tenaga kerja sedang melakukan kunjungan kerja ke Asahan,” kata M Sofyan.

Dijelaskan, rencana rapat dengar pendapat antara para karyawan PT Jui Shin dan pihak terkait akan digelar pada Agustus 2020. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2