Waspada
Waspada » Peduli Lingkungan, Anggota DPRD Lepaskan Anak Penyu Di Sorkam
Medan

Peduli Lingkungan, Anggota DPRD Lepaskan Anak Penyu Di Sorkam

TIGA ekor anak penyu tampak bergerak menuju Pantai Sorka, setelah dilepaskan. Peduli lingkungan, anggota DPRD lepaskan anak penyu di Pantai Binasi, Sorkam, yang berada antara Barus – Sibolga, pekan lalu. Waspada/Ist
TIGA ekor anak penyu tampak bergerak menuju Pantai Sorka, setelah dilepaskan. Peduli lingkungan, anggota DPRD lepaskan anak penyu di Pantai Binasi, Sorkam, yang berada antara Barus – Sibolga, pekan lalu. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada):  Anggoota DPRD Sumut Sugianto Makmur yang peduli terthadap lingkungan, lepaskan anak penyu (tukik) dari tempat penangkarannya ke Pantai Binasi, Sorkam, yang berada antara Barus – Sibolga, Rabu (17/2) pekan lalu.

“Pelepasan pelepasan anak penyu berusia 2 hari sudah sesuai aturan yang ada, tidak boleh melewati 7 hari sesudah menetas, ” kata Sugianto kepada wartawan, di Medan, Sabtu akhir pekan lalu.

Dia menyebutkan, selama 7 hari, tukik masih memiliki cukup gizi tanpa makan. ” Menurut pelaku Konservasi, Sahbudi Sikumbang, anak penyu masuk ke laut, nantinya akan kembali ke tempat yang sama, kalau betina, akan bertelur disana,” ujar Sugianto.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, tempat penangkaran penyu itu di Sorkam, sekira 40 menit dari Barus. Letaknya antara Sibolga dan Barus. Di sana, bukan hanya penyu sebagai hewan langka yang, tapi ada juga dugong (ikan duyung).

Dia juga menjelaskan, Sahbudi Sikumbang, yang melakukan konservasi penyu, melakukan upaya sendiri di perairan laut Sorkam sebagai penangkaran penyu.

Alasannya, keberadaan penyu mulai dikhawatirkan punah, sebab ada masyarakat yang mengonsumsi penyu dan dugong (ikan duyung).

“Sampai hari ini, masih ada dijual daging penyu di pasar. Bahkan dari seluruh Indonesia, konsumsi penyu tertinggi itu di Sumut,” katanya.

Dukungan

Karena itu, lanjut anggota Komisi B DPRD Sumut ini, pusat penangkaran ini perlu dukungan dari semua pihak.

Sugianto Makmur adalah anggota DPRD yang juga aktivis dan pecinta Lingkungan Hidup. Bahkan saat ini, dia juga sudah membuat konservasi Bakau mandiri seluas 100 ha lebih di Desa Kun2, Natal, Madina.

Karena itu, Sugianto Makmur mengimbau Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut, Kepolisian, TNI, Pemkab/Pemko, Dinas Kelautan melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak mengonsumsi penyu dan ikan duyung.

“Sesudah sosialisasi, perlu juga tindakan tegas dan penegakan hukum demi mencegah punahnya penyu dan ikan duyung,” tegasnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2