Waspada
Waspada » Pedagang Ikan Kritis Disiram Air Keras
Medan

Pedagang Ikan Kritis Disiram Air Keras

KORBAN masih menjalani perawatan di rumah sakit. Waspada/Ist
KORBAN masih menjalani perawatan di rumah sakit. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Seorang pedagang ikan, kritis disiram air keras oleh dua pemuda di Jl. Budi Utomo, Kec. Medan Tembung.

Akibat siraman air keras itu korban Fery Ardiansyah, 25, yang seharinya berjualan di Pajak Ikan Cemara Medan, nyaris tewas akibat luka serius di kepala dan badan. Saat ini korban masih menjalani perawatan di RS Imelda Medan.

Menurut keterangaj Ayah korban Erwin Stamsah, 61, warga asal Aceh Timur, , Selasa (8/12), menjelaskan kejadian bermula ketika pacar korban yang dipanggil Caca datang menjumpai Ferry di kosnya Jl. Budi Utomo Medan Tembung, Minggu tengah malam sekira pukul 23:00 WIB.

“Caca (pacar korban) datang bersama pria lain, datang ke kos anak saya meminta kunci kosnya,” kata Erwin.

Setelah bertemu dengan pacarnya, korban lalu menyerahkan kunci kos pacarnya yang lokasinya berdekatan dengan kos korban. Setelah mendapatkan kunci kosnya, sang pacar lalu pergi dari kos korban, dengan mengendarai sepedamotor bersama pria lain.

Karena curiga pacarnya pergi dengan pria lain, korban lalu menyusul dan mengikuti menaiki sepedamotor Honda Scoopy ke kos pacarnya.

“Dari rekaman CCTV sesampainya di kos pacarnya, korban sempat berkomunikasi. Sedangkan pria yang membonceng pacar korban langsung pergi ke arah timur,” kata Erwin.

Tak lama berselang, Fery langsung bergerak mengendarai sepedamotor ke arah pria tersebut pergi.

“Pas anak saya bergerak naik sepedamotor, sekitar 30 meter dari depan gang kos pacarnya, dua orang pria berboncengan ketika papasan dengan korban menyiramkan air keras ke badan korban,” katanya.

Akibat siraman air keras, korban menggelupur. Paman korban yang melihat kejadian ini lalu melarikan korban ke Rumah Sakit Imelda Jl. Bilal Medan.

Cinta Segitiga

Ayah korban menduga aksi penganiayaan berat yang dialami anaknya ini ada hubungannya dengan hubungan asmara.

“Kalau prasangka mungkin karena cinta segitiga. Anak saya dan Caca baru dua minggu pacaran,” kata Erwin.

Ia mengatakan atas kejadian ini, korban mengalami luka parah dan masih sekarat. “Hari ini mau menjalani operasi, lukanya parah sekali,” ungkap Erwin.

Kasus ini juga telah dilaporkan ke pihak Polsek Percut Sei Tuan. Pihak keluarga berharap pelakunya segera ditangkap.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu JH Panjaitan menjelaskan pihaknya telah menerima laporan korban dan saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2