PDUI Sumut Sosialisasikan Pemanfaatan Buku KIA Ke Masyarakat

  • Bagikan
KETUA PDUI Sumut terpilih dr Rudi Sambas (berdiri, paling kanan) bersama pengurus PDUI cabang se-Indonesia saat Pertemuan Penguatan Organisasi Profesi dalam Pemanfaatan Buku KIA yang diselenggarakan Kemenkes di Jakarta, kemarin. Waspada/Ist
KETUA PDUI Sumut terpilih dr Rudi Sambas (berdiri, paling kanan) bersama pengurus PDUI cabang se-Indonesia saat Pertemuan Penguatan Organisasi Profesi dalam Pemanfaatan Buku KIA yang diselenggarakan Kemenkes di Jakarta, kemarin. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): PDUI (Perhimpunan Dokter Umum Indonesia) cabang Sumatera Utara sosialisasikan pemanfaatan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) ke masyarakat.

Tujuan PDUI Sumut sosialisasikan pemanfaatan buku KIA ke masyarakat untuk mendukung program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dalam hal ini Dinas Kesehatan Sumut dan kab/kota.

Terutama tentang pemanfaatan buku KIA yang dinilai dapat memberi kegunaan, termasuk penanganan stunting atau gizi kronis.

Sebab, buku KIA merupakan sumber informasi, dan media komunikasi antara tenaga kesehatan dengan masyarakat, seperti balita dan anak.

Serta catatan kesehatan ibu hamil dan digunakan untuk memantau tumbuhkembang balita.

“Buku KIA berisi informasi tentang kesehatan ibu dan anak yang bermanfaat untuk ibu ketika hamil dan saat memiliki anak balita,” kata Ketua PDUI Sumut terpilih dr Rudi R Sambas.

Apalagi, lanjut dr Rudi, kita sedang menggalakkan pencegahan stunting atau masalah gizi kronis.

Oleh karena itu, Kemenkes menggelar pertemuan Penguatan Organisasi profesi dalam Pemanfaatan Buku KIA oleh Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes, di Jakarta.

Acara itu sendiri juga dihadiri Ketua PDUI Sumut terpilih, dr Rudi R Sambas, Sabtu (29/2).

Bersinergi

Disebutkannya, dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah organisasi dari tenaga kesehatan.

Di antaranya, IDI, PDUI, IDAI, IBI, Ahli Gizi dan lain-lain.

Hadir pula Ketua Umum pengurus pusat PDUI dr Abraham Andi Padlan Patarai M Kes.

Juga hadir Sekretaris PDUI dr Ardiansyah Bahar beserta pengurus pusat untuk mendukung dan bersinergi kepada pemerintah untuk Indonesia lebih baik ke depannya.

Perwakilan masing-masing provinsi hadir, seperti dari  Dinkes Pemprovsu,  PDUI Cabang Sumut, perwakilan RSUP HAM, dan dokter anak konsultan tumbuhkembang.

Kemudian ada juga Persagi, Ipani, Pusdokkes Polri dan Pusdokkes TNI AD yang ada di Jakarta.

“Kalau untuk mitra pembangunannya, ada JICA dan UNICEF,” katanya.

Dia juga meminta tenaga kesehatan untuk sosialisasikan pemanfaatan buku KIA kepada masyarakat.

Sebab, masih banyak masyarakat yang tidak tahu soal buku KIA tersebut.

“Atas dasar ini, perlu penguatan terutama kelengkapan pengisiannya oleh petugas kesehatan, kader dan orangtua. Kita berharap tenaga kesehatan sosialisasikan ini,” katanya.

Buku KIA sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

“Karena, berisi informasi kesehatan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan meliputi imunisasi, gizi seimbang dan Vitamin A dan lainnya,” tambahnya.

Disebutkannya lagi, sosialisasi pemanfaatan Buku KIA bagi kader kesehatan di masyarakat diperlukan.

Karena, kader kesehatan berada di tengah-tengah masyarakat membantu petugas kesehatan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di posyandu, dan Puskesmas serta Pustu ataupun kegiatan lainnya yang terkait.

Agar tercapai tumbuhkembang anak yang optimal, dan menurunkan masalah yang berhubungan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Seperti stunting, dan terlambat bicara dan lainnya di Sumut,” pungkas dr  Rudi R Sambas. (h04)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *