PD PII Kota Medan Resmi Dilantik

PD PII Kota Medan Resmi Dilantik

  • Bagikan
PENGURUS Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Medan Periode 2020-2021 berfoto bersama setelah resmi dilantik PW PII Sumut, yang dilaksanakan di Garuda Plaza Hotel Medan, Sabtu (5/12).
PENGURUS Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Medan Periode 2020-2021 berfoto bersama setelah resmi dilantik PW PII Sumut, yang dilaksanakan di Garuda Plaza Hotel Medan, Sabtu (5/12).

MEDAN (Waspada): Pengurus Daerah (PD) Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Medan periode 2020-2021 resmi dilantik Pengurus Wilayah PII Sumut, yang dilaksanakan di Garuda Plaza Hotel, Sabtu (5/12).

Ketua Panitia Arif Putra Pratama mengatakan bahwa acara ini terselenggara berkat support dari para Alumni PII Kota Medan.

“Atas izin Allah dan Ridha-NYA, persiapan kepanitiaan lebih kurang 1 minggu, dan Alhamdulillah dapat terlaksana. Adapun peserta talk show pendidikan berasal dari seluruh pelajar se-Kota Medan,” katanya.

Ketua Umum Demisioner PD PII Kota Medan Vina Elvionita dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada para sahabat yang telah bersama-sama berjuang dalam kepengurusannya.

“Tentu selama saya memimpin masih banyak kekurangan dan kelemahan, izinkanlah saya meminta maaf di akhir periode kepemimpinan saya ini dan kepada Allah saya mohon ampunan,” katanya.

Dia mengucapkan selamat atas terpilihnya adinda M Fadhly Ramadhan Siregar untuk periode 2020-2021, dan semoga Amanah.

Sejarah Berdirinya PII

Dalam pesannya, M Fadhly Ramadhan Siregar Ketua Umum PD PII Kota Medan yang baru dalam sambutannya menjelaskan sejarah berdirinya PII di Jogyakarta oleh Kanda Joesdi Gusdi Ghazali tahun 1947.

Dan sampai saat ini PII masih eksis di Kota Medan, tentu dalam mempertahankan eksistensi PII di Kota Medan tak lepas dari dukungan, baik materi maupun moril dari Kanda M Harry Naldi, Kanda Ahmad Zaim Syah dan Kanda Dipa Shaguna dan Kanda yang lainnya.

Walaupun Kanda Naldi dan Kanda Dipa sudah menetap di Jakarta, namun masih konsisten memperhatikan adik-adiknya PII di Kota Medan.

“Terimakasih juga kepada abangda PW PII Sumatera Utara yang telah melantik kami sebagai Pengurus Daerah PII Kota Medan periode 2020 – 2021, sebagai Korda PII Wati Setri Cahyani dan Komandan Brigade Fajar Baihaqqi,” ujarnya.

Senada, Ahmad Zaim Syah sebagai salah satu Pendiri PD PII Kota Medan Awal Kebangkitan Tahun 1998, mengatakan bahwa di dalam berjuang melalui wadah PII, kita harus benar-benar tulus dan Ikhlas.

“Jika tertanam keikhlasan didalam hati dan pikiran semua kegiatan akan dimudahkan Allah SWT, kita harus yakin bahwa Allah tempat kita berlindung dan kepada Allah kita meminta pertolongan,” katanya.

Dirinya yakin PD PII Kota Medan periode 2020-2021 di bawah kepemimpinan Fadli mampu mengibarkan panji panji PII, dengan membentuk komisariat PII di seluruh kecamatan di Medan,” katanya.

“Abang-abang kalian akan dengan senang hati membantu setiap kegiatan demi tercapainya eksistensi PII di Kota Medan, ” pesan Zaim Sekretaris 1 PW KB PII Sumut.

Kibarkan Bendera PII

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PW PII Sumatera Utara Indra Kelana memerintahkan kepada Fadhly untuk mengibarkan bendera PII di seluruh Kota Medan, rekrut dan binalah pelajar Islam di Medan.

Kehadiran PII di Medan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pelajar di Medan melalui pengkaderan PII.
Kemudian PII hancur bukan karena musuh dari, luar tapi karena konflik di internal.

“Setiap konflik di internal harus segera diselesaikan, karena akan sangat merugikan PII dan dampaknya akan melemahkan semangat perjuangan, dan tujuan PII tidak akan tercapai,” tegas Indra.

Di tempat terpisah M Harry Naldi mengatakan merasa haru dan bangga atas pelantikan PD II Kota Medan periode 2020-2021 di Garuda Plaza Hotel.

“Saya sampai susah tidur, karena memikirkan kegiatan adik-adik kita ini dan syukur Alhamdulillah, ada Zaim dan Rifai langsung turun tangan di lapangan untuk mem back full dari awal sampai selesai pelantikan,” katanya.

Disebutkannya, pasang surut PD PII Medan hal yang wajar, karena itu bagian dari dinamika dalam berorganisasi.

“Masih bersyukur PD PII Medan masih kokoh berdiri tegak, sementara PII di daerah lain sudah mulai vakum bahkan sudah tidak aktif lagi.,” katanya.

M Harry Naldi, yang juga pendiri PD PII Kota Medan awal kebangkitan PII 1998 menegaskan pentingnya kaderisasi.

Karena, melalui kaderisasi PII masyarakat pelajar akan merasakan bangkitnya kepercayaan diri sebagai pelajar yang nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan di negeri ini.

Sedangkan Kanda H Muhammad Hafez, LC, MA memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang hadir.
Bahwa Kader PII itu wajib mempelajari Al-Qur’an dan Hadist. Kader PII harus pandai membaca Al-Qur’an, karena Al-Qur’an Wahyu Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup.

Selanjutnya Kader PII itu harus menguasai Bahasa Arab, Inggris dan Mandarin. Bahasa Mandarin sangat diperlukan karena China sudah mulai mendominasi mengambil pengaruh di dunia Internasional.

Kanda Muhammad Hafez juga mengatakan, mulai aktif di PII tahun 1986 dan menjadi Ketua Umum PD PII Padang Panjang Tahun 1992, melanjutkan pendidikan S1 di Mesir dan mendirikan PII perwakilan Mesir dan saat ini sedang melanjutkan S3.

Karakter saya banyak dibentuk oleh PII, PII telah membuka cakrawala berfikir positif, kritis dan peka terhadap lingkungan.

Basic Training PII sangat dahsyat sekali, mampu mengubah pola pikir saya menjadi konstruktif dan berakhlakul karimah sehingga timbul rasa kepercayaan diri yang kuat sebagai Kader Ummat.

Kanda Hafez yang juga Anggota DPRD Sumut dengan semangat memotivasi pelajar untuk selalu optimis dalam hidup. “Terus belajar sambil berorganisasi dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tegasnya.

Pelantikan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fajar Baihaqqi, Komandan Brigade PII Medan dan dimeriahkan oleh Gambus ternama Kota Medan, yaitu “Gambus ElFairouz” pimpinan Yasir Thaher, di bawah binaan Prof DR H M Yasir Nasution (Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut. (cpb)

 

  • Bagikan