Waspada
Waspada » PD Pasar Kosongkan Rekening Di Bank Mandiri
Medan

PD Pasar Kosongkan Rekening Di Bank Mandiri

PD Pasar. PD Pasar kosongkan rekening uang perusahaan tersebut dari Bank Mandiri Jl Pulau Penang, Kamis (27/2) untuk dialihkan ke Bank Sumut.
PD Pasar. PD Pasar kosongkan rekening uang perusahaan tersebut dari Bank Mandiri Jl Pulau Penang, Kamis (27/2) untuk dialihkan ke Bank Sumut.

MEDAN (Waspada): PD Pasar kosongkan rekening di Bank Mandiri Jl Pulau Penang, Kamis (27/2) untuk dialihkan ke Bank Sumut.

Langkah PD Pasar kosongkan rekening di Bank Mandiri, karena perusahaan sudah merasa tidak nyaman untuk melanjutkan kerjasama akibat sempat tidak bisa dicairkannya dana perusahaan tersebut.

“Begitu uang kami bisa dicairkan, Kami kosongkan semua uang di rekening Bank Mandiri. Kami alihkan semua ke Bank Sumut. Kami putuskan kerjasama dengan bank tersebut,” kata Plt Dirut PD Pasar, Nasib.

Nasib menjelaskan, untuk gaji karyawan dan BPJS kesehatan karyawan PD Pasar sudah dibayarkan semua. Sedangkan sisanya di simpan di Bank Sumut.

“Dari Rp3,8 miliar uang yang kami tarik, masih ada sisanya Rp2,6 miliar lagi. Besok kita buat tandatangan MoU dengan Bank Sumut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga menarik seluruh uang mereka yang ada di Bank Mandiri cabang Pusat Pasar. Uang tersebut merupakan hasil kutipan dari Pusat Pasar.

“Intinya semua kami kosongkan uang kami dari Bank Mandiri. Ke depannya semua penggajian dari Bank Sumut,” katanya.

“Sistemnya sudah disiapkan. Sehingga prosesnya mudah,” tambahnya.

Berunding

Terpisah, anggota DPRD Sumut, Benny Sihotang yang ikut memediasi Bank Mandiri dan pegawai PD Pasar, kembali berunding dengan pihak Bank Mandiri.

Selepas berunding sejenak, Benny mengatakan bahwa terjadi kesalahpahaman. Ia mengatakan Bank Mandiri pasti akan mencairkan gaji pegawai, Kamis (27/2).

“Intinya semua udah clear, mungkin ada salah paham saja, saya mediasi bahwa di satu sisi pihak PD Pasar meminta ada jaminan, besok itu dicairkan,” katanya.

“Di sisi lain pihak Banka Mandiri tidak mungkin memberikan jaminan itu, karena mereka tidak punya wewenang itu,” katanya.

Wewenang mencairkan uang tersebut, sambung Benny, ada di tangan direksi Bank Mandiri yang berada di Jakarta.
“Yang namanya membuat jaminan itu adalah dari sisi direksi di Jakarta. Artinya, bisnis mereka ini kan bisnis kepercayaan,” katanya.

Ketika mereka sudah lihat surat yang diberikan oleh PD Pasar, pemerintah kota dan mereka bilang akan eksekusi , sebelum jam 12 itu sudah selesai,” katanya. (m50)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2