Waspada
Waspada » PD FSP-PP SPSI Sumut Bermohon Kenaikan Upah Pekerja
Medan

PD FSP-PP SPSI Sumut Bermohon Kenaikan Upah Pekerja

SEJUMLAH pengurus FSP-PP SPSI saat mendatangi Kantor BKS PPS, di Medan, Senin, (12/4). Mereka bermohon kenaikan upah uang pekerja perkebunan yang hingga kini belum jelas. Waspada/Ist
SEJUMLAH pengurus FSP-PP SPSI saat mendatangi Kantor BKS PPS, di Medan, Senin, (12/4). Mereka bermohon kenaikan upah uang pekerja perkebunan yang hingga kini belum jelas. Waspada/Ist

 

MEDAN (Waspada) : Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (FSP-PP) SPSI Sumut merasa kecewa atas tidak diterimanya kunjungan mereka ke Kantor Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKS PPS), di Jl. Pemuda, Medan, Senin (12/4).

Seyogianya, mereka akan melakukan aksi damai dan bertemu dengan perwakilan BKS PPS, untuk membicarakan soal kenaikan upah pekerja perkebunan SUMATRA, namun setiba di sana, tidak ada yang menerima mereka.

Menurut salah satu petugas keamanan yang berjaga, kantor ditutup karena sedang punggahan menyambut bulan puasa.

“Pertama kita kecewa, tidak ada yang menerima kita. Memang ada surat mereka untuk mengatakan tidak menerima. Tapi tidak ada disebutkan di situ kapan pengganti kita diterima jadwalnya, tidak ada. Padahal kami sudah memberi pemberitahuan kedatangan tanggal 6 April 2021 kepada pihak BKS PPS, ” kata Ketua PD FSP-PP SPSI Sumut Rajisten Sitorus SH MM MPA.

Menurut dia, mereka berniat melakukan aksi damai setelah 7 kali berunding di Kantor BKSPPS, namun belum ditemukan jalan ke luarnya.

“Memang terkait kenaikan upah ini, masih dalam tahap perundingan. Artinya belum ada keputusan yang ditanda tangani kedua belah pihak, tetapi BKSPPS sudah mengirimkan surat edaran ke perusahaan-perusahaan perkebunan untuk ujarnya.

Sementara, Suparlianto selaku unsur Ketua Pengurus Pusat FSP PP SPSI juga mengungkapkan kekecewaannya. Ia datang untuk mendampingi rekan-rekan FSP-PP SPSI Sumut. Namun, karena kantor ditutup mereka lantas meninggalkan lokasi.

“Saya memang dimandatkan oleh ketua umum berhadir mendampingi rekan-rekan yang di Sumut ke BKS PPS untuk membicarakan terkait dengan upah, karena memang di dalam ini perusahaan perkebunan punya hak andil untuk itu, makanya kita hadir untuk menengahi rekan-rekan kita ini,” ujarnya.

Ketua PD FSP-PP SPSI Sumut Rajisten Sitorus SH MM MPA menambahkan lebih jauh, soal kedatangan mereka ke Kantor BKSPPS.

“Alasan kami kemari yakni kunjungan kerja dengan damai ke kantor BKSPPS untuk memohon kenaikan upah uang pekerja Perkebunan Anggota BKS – PPS Tahun 2021 dimana sampai dengan sekarang ini belum
ada kesepakatan antara BKS-PPS dengan PD FSSP PP-SPSI Prov. Sumut, sementara beberapa perusahaan anggota BKS PPS seperti PT SOCFINDO dan PT UKINDO sudah membuat keputusan tersendiri terkait upah ini,” jelasnya.

Tujuh Kali

Disebutkannya, perundingan upah pekerja Perkebunan pada anggota Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan (BKS-PPS) Kalangan Swasta sudah dilaksanakan 7 kali. Tetapi belum membuahkan hasil.

Namun, pihaknya masih mengacu sesuai dengan surat keputusan Gubernur Sumatera Utara terkait kenaikan uang upah pekerja.

“Dalam poin kelima dijelaskan, perusahaan yang mampu membayar upah di atas Upah Minimum Kabupaten/ kota yang ditetapkan dalam keputusan Gubernur ini dapat dapat dirundingkan secara bipartit antara pekerja/buruh dengan perusahaan yang bersangkutan secara musyawarah dan dimuat dalam materi Kesepakatan Kerja,” jelasnya.

Menurut keterangan dari Ir H Rudi selaku wakil sekretaris PD FSP PP SPSI SUMUT bahwa pihak BKS-PPS menawarkan kenaikan upah pekerja sebesar lima puluh ribu rupiah hanya kepada pekerja yang berada pada 5 kabupaten saja yaitu Langkat, Simalungun, Sergei, Tebing Tinggi dan Asahan.

Sementara untuk 5 kabupaten lainnya seperti Labuhanbatu, Labusel, Labura, Batubara dan Deli Serdang pihak BKS-PPS belum setuju untuk menaikkan upah pekerja. Dalam hal ini PD FSP PP SPSI berharap agar kenaikan dapat dilakukan pada semua kabupaten yang ada. (m15).

Foto: Pengurus FSP-PP SPSI saat mendatangi Kantor BKS PPS, Senin, (12/4). Waspada/ist.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2