Waspada
Waspada » PBNU Diminta Bekukan Hasil Konfercab Medan
Medan

PBNU Diminta Bekukan Hasil Konfercab Medan

KANTOR PC NU Kota Medan. MWC minta PBNU bekukan hasil Konfercab Medan. Waspada/is
KANTOR PC NU Kota Medan. MWC minta PBNU bekukan hasil Konfercab Medan. Waspada/is

MEDAN (Waspada): Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diminta segera mengambil langkah agar bekukan sementara hasil Konferensi Cabang (Konfercab) Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kota Medan, yang digelar belum lama ini.

Desakan pembekuan sementara hasil Konfercab itu, diserukan sejumlah MWC, yang tidak dilibatkan sebagai peserta konferensi. Mereka kecewa, sebagai pengurus wakil cabang yang sah, justru tidak dianggap.

“Artinya kita dianggap sepele. Kita dianggap tidak ada. Kita meminta PBNU segera ambil sikap. Jangan turunkan SK sebelum dilakukan Konfercab ulang,” kata Ketua Tanfidziyah MWC NU Medan Labuhan, Budi Susanto, kepada Waspada, Selasa (22/12).

Ia menyampaikan keheranannya, bagaimana bisa konfercab digelar, sedangkan peserta MWC saja tidak mencukupi.

Ia menyebut, ada 21 MWC NU di Kota Medan. Sedangkan, mereka yang menolak adalah perwakilan dari 16 MWC.

“Dari mana jalannya digelar. Siapa yang memilih, sementara kita masih pengurus yang sah,” ujarnya.

Ketua MWC NU Medan Barat Ali Parinduri mengatakan, selain PBNU diminta bekukan hasil Konfercab Medan, PWNU Sumut pun perlu segera mengambil langkah agar persoalan ini secepatnya diselesaikan.

“Yang jelas kita tidak menerima hasil itu. Karena kita memang tidak tahu, kapan itu dilaksanakan. Wilayah harus serius menyikapi ini, biar tak jadi saling tuding-tudingan. Suara kita jangan diabaikan, karena 16 MWC ini penentu,” ujarnya.

Sementara, Ketua MWC NU Medan Deli Mawardi Lubis menegaskan, MWC Kota Medan bukanlah pengurus ilegal. Mereka memiliki masing-masing SK yang sah. Karena itu, pengurus wilayah NU tidak bisa mengabaikan keberadaan mereka.

“Ini harus disikapi adil dan bijak. Jangan pandang sebelah mata. Sudah lama keberadaan kita. Kita di dalam, bukan orang yang ujug-ujug jadi MWC. Sesuai Peraturan Organisasi hasil Muktamar Jombang 2015, tidak ada satupun yang mengatakan MWC itu bisa dipecat semena-mena,” tandasnya.

Keberatan

Wakil Sekretaris PWNU Sumut DR Ibnu Affan SH M Hum sebelumnya mengatakan, tidak mengenal para pengurus MWC NU Kota Medan yang keberatan atas hasil konfercab.

“Kita tidak mengenal itu. Silakan saja mereka mengaku-ngaku. Itu hak mereka. Kita tidak ada urusan,” ujarnya.

Menurut dia, konfercab sudah diselenggarakan dan kepengurusannya diakui, serta hasilnya sudah dikirim ke pusat. “Sudah selesai semua dan diakui, kalau ada yang keberatan itu urusan mereka, kita gak ada hubungan, untuk apa kita tanggapi,” ujarnya.

Disebutkannya, tudingan konfercab MWC NU Medan ilegal dan melanggar AD/ART adalah tuduhan yang tidak berdasar. “Itu tudingan ilegal itu, sebentar lagi tinggal menunggu SK saja. Itu hanya klaim sepihak dari mereka saja,” pungkasnya.

Diketahui, sebanyak 16 MWC NU Kota Medan menolak konfercab, karena tidak dilibatkan sebagai peserta. Mereka tidak mengakui proses pemilihan Rois PCNU Medan KH Abdul Holomoan Lubis LC MA dan Tanfidziyah diketuai Drs KH Sutan Syahrir Dalimunte MA, Sekretaris Muas Daulay SPd MPd dan Bendahara H Halim Hasibuan S Sos.

Awalnya, Pengurus PCNU Medan dibekukan dan dibentuk caretaker diketuai Dr Ibnu Affan SH MHum, yang diamanatkan menyelenggarakan Konfercab PCNU Medan paling lambat 30 November 2020.

Namun dalam perjalanannya, sejumlah pengurus MWC NU di Kota Medan antara lain Rois dan Ketua Kecamatan Medan Polonia, Medan Maimoon, Medan Kota, Medan Amplas, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Selayang. Medan Sunggal, Medan Labuhan, Medan Deli, Medan Belawan dan Medan Timur tak mendapat respon dalam mengupayakan informasi pelaksanaan Konfercab PCNU Medan.

Karena tidak dilibatkan, mereka menyampaikan surat yang ditujukan ke caretaker PCNU Medan Namun tak direspon, hingga akhirnya mereka mengetahui ke PCNU Kota Medan telah melaksanakan pemilihan Rois dan Ketua tanpa melibatkan mereka. (m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2