Pasca Hilangnya Premium, Sopir Taksi Online Minta Masuk Jalur Khusus Pengisian BBM

  • Bagikan
PREMIUM langka di Medan. Waspada/Ist
PREMIUM langka di Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pasca hilangnya premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan berganti dengan Pertalite harga premium di sejumlah SPBU di Medan, sejumlah pengemudi taksi online plat hitam berharap agar bisa mendapatkan Pertalite berharga premium Rp6.400.

Pasalnya, di beberapa SPBU, para driver taksi online plat hitam tidak bisa masuk ke jalur khusus untuk mendapatkan Pertalite harga premium namun dimasukkan ke jalur umum harga Rp. 7.800.

Di jalur khusus tersebut diperuntukkan kepada pengemudi angkutan kota (angkot), taksi plat kuning, pengemudi beca bermotor dan kendaraan roda dua.

Seorang pengemudi taksi online bernama Ragianto ,56, menyebutkan, di beberapa SPBU sudah diterapkan jalur khusus untuk mendapatkan Pertalite harga premium dengan harga Rp6.400 namun hanya diperuntukkan kepada pengendara taksi plat kuning, beca bermotor dan sepedamotor sedangkan taksi plat hitam dan kendaraan bermotor plat merah tidak diperkenankan untuk mendapatkan BBM tersebut di jalur khusus.

Contohnya, tambah Ragianto, pada SPBU di Jl. Gatot Subroto Kecamatan Medan Baru, jalur khusus hanya untuk angkot atau taksi kuning dan pengemudi betor sedangkan taksi online plat hitam wajib di jalur umum untuk harga Rp7.800.

“Pengemudi taksi plat hitam yang berbasis aplikasi tidak boleh mendapatkan Pertalite harga premium, padahal kami sama-sama angkutan kota. Seharusnya tidak ada diskriminasi dari pihak SPBU,” sebut Ragianto kepada Waspada, Senin (29/11) di Medan.

Dijelaskan Ragianto, para sopir taksi online plat hitam berharap agar pihak SPBU, Pertamina dan Gubsu memberikan perhatian serius terhadap masalah ini sehingga tidak ada kesan pilih kasih dengan taksi plat kuning, apalagi semuanya sama-sama armada angkutan kota dan hanya berbeda aplikasi saja.

“Pemerintah, seperti Gubsu dan Pertamina hendaknya bisa mengatasi masalah ini demi mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang sama,” sebut Ragianto.

Sementara itu, seorang pekerja di SPBU 14202102 KPUM Jl. Sisingamangaraja Medan menyebutkan bahwa bahan bakar jenis premium sejak Minggu (28/11) telah habis di pasaran dan berganti menjadi Pertalite namun dengan harga premium.

“Sejak Minggu kemarin, premium sudah habis dan berganti dengan Pertalite harga premium Rp6.400 per liter,” ujar lelaki pekerja SPBU sembari mengisikan minyak ke tanki seorang pengendara sepedamotor.

Tidak adanya ketersediaan premium di sejumlah SPBU sepertinya bertolak belakang dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 191 tahun 2014 tentang jaminan premium atau ketersediaan BBM di SPBU dilakukan pihak Pertamina sampai sekarang belum dicabut.

Sopir taksi online plat hitam lainnya bernama Iwan Pangeran ,56, juga berharap agar angkutan taksi online berbasis aplikasi bisa mendapatkan bahan bakar pertalite harga premium sehingga bisa hemat Rp1.400.

“SPBU harus bersikap adil kepada sesama angkutan kota. Tidak hanya angkot plat kuning namun angkot plat hitam yang menggunakan aplikasi juga bisa mendapatkan harga BBM tersebut,” ujar Iwan Pangeran.

Namun, tambah Iwan, dirinya pesimis jika SPBU memberlakukan hak yang sama terhadap sopir taksi online plat hitam.(m27)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *