Waspada
Waspada » Pascabanjir, Tim Medis Siaga Di Posko Pengungsian
Medan

Pascabanjir, Tim Medis Siaga Di Posko Pengungsian

Banjir. Pasca hari ke dua  warga Medan dilanda banjir, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Medan masih terus siaga di lokasi terdampak banjir atau di posko pengungsian. Ilustrasi
Banjir. Pasca hari ke dua  warga Medan dilanda banjir, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Medan masih terus siaga di lokasi terdampak banjir atau di posko pengungsian. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Pasca hari ke dua  warga Medan dilanda banjir, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Medan masih terus siaga di lokasi terdampak banjir atau di posko pengungsian. Hal ini dilakukan guna memberikan pelayanan kesehatan kepada korban banjir.

“Sampai hari ini kita turunkan tim yang terdiri dari dokter, perawat beserta alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Kita tetap berkoordinasi dengan pak camat. Jika memerlukan rujukan yang tidak bisa ditangani di lokasi, maka akan dirujuk ke RS,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota  Medan Edwin Effendi melalui Kabid Pelayanan Kesehatan Masrita, Minggu (6/12).

Selain di posko pengungsian, lanjutnya, para petugas kesehatan tersebut juga ada yang mobile. “Seperti di Kampung Baru, kata Kepala Puskesmas banyak kali titik kerumunan-kerumunan, sehingga para petugas kita mobile,” imbuhnya sembari di Puskesmas tetap siaga tim medis.

Dia juga mengaku sudah turun di dua lokasi pengungsian, yakni di Beringin dan Medan Tuntungan Tanjung Selamat.

“Di Beringin karena hari Minggu dan air sudah surut, menurut pak Lurah, petugas meninggalkan nomor telepon, karena masyarakat sudah kembali ke rumah untuk bersih-bersih. Tapi kalau ada yang memerlukan pelayanan kesehatan, mereka siap dihubungi. Tetapi di Medan Tuntungan Tanjung Selamat itu petugas medis masih aktif, karena masih banyak warga yang berdatangan ke posko pengungsian, sehingga petugas kita standby di situ,” ungkapnya.

Disebutkannya, penyakit yang banyak dialami pasca banjir adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, gatal-gatal. Kemudian, di musim hujan seperti ini warga juga perlu mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBd).

“Untuk itu, warga harus melakukan antisipasi, di antaranya jangan ada genangan air di rumah, dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Untuk pelaksanaan PSN ini, Dinkes sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan, agar tidak membuka peluang jentik nyamuk menjadi nyamuk dewasa agar tak ada penyebaran DBD,” terang dia.

Dia juga meminta warga yang berada di posko pengungsian atau titik keramaian tetapkan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun. (m26)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2