Pandemi Berikan Dampak Buruk Pada Anak

Pandemi Berikan Dampak Buruk Pada Anak

  • Bagikan
DIREKTUR Eksekutif Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA), Keumala Dewi. Waspada/Ist
DIREKTUR Eksekutif Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA), Keumala Dewi. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Hari Anak Nasional diperingati pada Jumat (23/7) di masa pandemi covid-19 ini memberi dampak buruk pada anak.

Hal itu disampaikan Keumala Dewi (foto) selaku Direktur Eksekutif Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA).

Kata dia, disituasi pandemi ini tidak terkecuali memberikan dampak buruk pada semua kalangan, termasuk anak anak.

Di mana mereka yang harusnya dapat menikmati suasana ceria dan belajar bersama di sekolah, harus tinggal di rumah saja dan terputus akses dari haknya untuk bermain dan belajar bersama teman-teman.

Dampak pada tumbuh kembang anak juga pasti ada, di mana anak mengalami hambatan dalam bersosialisasi dan memiliki akses yang lebih banyak dengan dunia maya (internet), hal ini tentu akan mempengaruhi psikis anak.

Namun situasi yang lebih buruk juga mengancam jika dalam kondisi PPKM Level 4 ini, dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka, di mana pengendalian penyebaran virus yang terus menerus diupayakan pemerintah masih membutuhkan kontribusi dan dukungan dari kita semua, termasuk orang tua.

“Harapannya kedepan, secara bertahap proses belajar ini dapat perlahan dibuka, seiring dengan PPKM yang makin membaik yang tentunya dikarenakan kepatuhan masyarakat pada prokes dan vaksin yang sudah merata,” ungkapnya.

Solusi Menyeluruh

Saat ditanya apa solusi yang bisa dilakukan terkit masalah ini. Kata dia, memang harus ada solusi yang menyeluruh.

Sekolah harus menyesuaikan kurikulum pembelajaran agar dapat menyesuaikan dengan kendala dan tantangan yang dihadapi anak selama ini, kurangi tugas tugas yang membuat anak bergantung pada text book, berikan tugas yang membuat anak berinteraksi dengan keluarganya di rumah.

“Bagi orang tua juga harus bisa menyesuaikan dengan situasi yang di hadapi anak, mencari berbagai referensi utnuk dapat membantu anak belajar, karena situasi saat ini mengharuskan kita sebagai orang tua menyesuaikan diri. Dan untuk anak, diharapkan dapat terbuka menyampaikan kesulitan yang dihadapi dan mencari dukungan sebaya yang tentunya dapat memberikan masukan positif,” pungkasnya. (m22)

  • Bagikan