Waspada
Waspada » Pakai Topi Koboi, Gandi Parapat Laporkan Kejanggalan Proyek Di DKPP Ke Kantor Gubsu
Medan

Pakai Topi Koboi, Gandi Parapat Laporkan Kejanggalan Proyek Di DKPP Ke Kantor Gubsu

KOORDINATOR Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat (kiri) menyerahkan surat ke staf di Pemprovsu, Senin (19/7). Gandi melaporkan dugaan kejanggalan paket kegiatan di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumut. Waspada/Partono Budy
KOORDINATOR Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat (kiri) menyerahkan surat ke staf di Pemprovsu, Senin (19/7). Gandi melaporkan dugaan kejanggalan paket kegiatan di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumut. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Koordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat melaporkan dugaan kejanggalan paket kegiatan di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumut, di kantor Gubsu, Senin (19/7).

Terlihat dengan mengenakan topi koboi, baju kaus putih, disertai alat pelindung diri berupa masker, sepatu boot, dan masker, Gandi terlihat memasuki ruangan tempat penyerahan surat. Peristiwa unik ini disaksikan sejumlah wartawan dan PNS setempat.

Kepada wartawan, Gandi mengakui Gubsu tidak akan tertarik apalagi memerhatikan aspirasi yang disampaikan pihaknya terkait dugaan kejanggalan paket kegiatan di DKPP. Yakni paket hibah bantuan bibit untuk petani terdampak Covid-19 yang dimenangkan CV Irene Gladiss namun dibatalkan dengan alasan akan dievaluasi kembali.

CV Irene memenangkan paket tersebut dengan penawaran terendah Rp 428.214.000 dari pagu anggaran Rp 466 juta APBD 2021.

“Kalau pak Gubsu tidak ada tanggapan, maka kami akan meminta pihak lain termasuk KPK untuk menanyakan tender yang sudah diumumkan pemenang oleh yang berhak, tapi ditender ulang lagi oleh Pokja (Kelompok Kerja) tersebut apa benar atau salah,” kata Gandi.

Terkait kehadirannya ke Kantor Gubsu dengan menggunakan APD lengkap, Gandi Parapat menyebut karena situasi pandemi Covid-19 saat ini, di mana Gubsu Edy Rahmayadi sendiri saat pandemi ini tidak pernah lagi berkantor di kantornya Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan.

“Saya pakai dua masker sekaligus, kacamata renang, sarung tangan, baju panjang tangan, topi melindungi kepala, karena takut Covid. Gubsu dan Wagubsu sendiri kami dengar berkantor di rumah dinas, berarti mereka takut Covid di kantornya. Demikian juga rakyat seperti saya, makanya pakai pelindung ini,” kata Gandi.

Kecewa

Terkait dengan dugaan kejanggalan paket di DKPP yang konon sudah ditenderkan kembali, Gandi mengaku kecewa terhadap Pokja DKPP Sumut, yang terkesan menghambat pelaksanaan kegiatan tersebut.

Senada, menyikapi tudingan CV Irene Gladiss terkait tak dimenangkannya kegiatan di DKPP, Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) Eric Dufan tak sudi disalahkan. “Berkas administrasi yang masuk tidak sesuai pak, itu menurut pokja, kemudian surat pokja dah kami terima pak dan dievaluasi,” kata Eric kepada Waspada.

Ditanya apakah kemungkinan CV Irene akan memenangkan paket tersebut, Eric mengaku tidak tau. “Itu kewenangan Pokja,” kata Eric. (cpb)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2