Padang Lawas Dan Padang Sidempuan Belum Bisa Laksanakan Vaksinasi Booster

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Dari 4 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) yang belum bisa melaksanakan vaksinasi booster, kini tinggal dua daerah lagi, yaitu Padang Sidempuan dan Padang Lawas. Sebab, Medan dan Deli Serdang sudah bisa melaksanakan karena cakupan vaksinasi lansia sudah mencapai target minimal 60 persen.

Saat dikonfirmasi kepada Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumut dr Nora Violita Nasution menyebutkan, saat ini total kabupaten/kota yang bisa melaksanakan vaksinasi booster bertambah menjadi 31 dari sebelumnya 29 daerah.

Artinya, ada penambahan 2 kabupaten/kota lagi. “Iya, benar sudah ada penambahan 2 lagi, Medan dan Deli Serdang. Jadi, saat ini totalnya sudah 31 kabupaten/kota, tinggal 2 lagi yang belum, yaitu Padang Sidempuan dan Padang Lawas,” ungkapnya, Kamis (13/1).

Nora menyebutkan, berdasarkan data per 12 Januari 2022, cakupan vaksinasi dosis satu lansia di Medan sudah mencapai 60,26 persen dan Deli Serdang 69,3 persen.

Sedangkan Padang Sidempuan masih 54,59 persen dan Padang Lawas 54,17 persen. “Kita terus mendorong agar dua kabupaten/kota yang belum memenuhi target vaksinasi lansia 60 persen dapat segera tercapai.

Dengan demikian, seluruh daerah di Sumut bisa melaksanakan vaksinasi booster maupun anak usia 6-11 tahun,” sebutnya.

Ditambahkan Nora, bagi kabupaten/kota yang telah boleh melaksanakan vaksinasi booster, dapat dilakukan di Puskesmas dan rumah sakit pemerintah.

“Berdasarkan profil kesehatan Provinsi Sumut, jumlahkan ada 607 Puskesmas dan 53 rumah sakit pemerintah se-Sumut,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah mengaku, dalam mencapai target vaksinasi lansia pihaknya melakukan vaksin door to door.

Artinya, mendatangi warga lansia ke rumahnya untuk divaksin.

“Upaya itu dilakukan guna pencapaian target 60 persen bagi lansia sebagai syarat melakukan vaksin bagi anak usia 6-11 Tahun dan booster. Alhamdulillah, per kemarin (Selasa, red) sore sudah mencapai 60,26 persen,” ujarnya.

Taufik menuturkan, pelaksanaan vaksin lansia secara door to door dilakukan sejak 10-13 Januari 2022. Tim pelaksanaan vaksin tersebut melibatkan aparat Kelurahan dan Puskesmas.

“Jumlah lansia di Medan sekitar 204.235 orang. Untuk mencapai 60 persen, jumlah lansia yang harus divaksin sebanyak 122.541 orang,” sebutnya.

Meski sudah memiliki data jumlah lansia, Taufik menyatakan, pihaknya juga tetap melakukan validasi terkait lansia yang divaksin. Karena, ada lansia yang sudah meninggal dan pindah bahkan belum terdata.

“Walau telah mencapai target 60 persen untuk lansia, pelaksanaan vaksinasi lansia dosis satu dan dua tetap dilanjutkan. Kita tetap melakukan kerja keras penyelesaian vaksin,” tandasnya.(cbud)

Teks foto

Vaksin Covid-19. Ilustrasi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *