Waspada
Waspada » PA Medan Tolak Gugatan Benda Wakaf
Medan

PA Medan Tolak Gugatan Benda Wakaf

PENOLAKAN gugatan. Pengadilan Agama (PA) Medan Kelas 1-A tolak gugatan M Zainal dkk terkait penyalahgunaan benda wakaf. Waspada/Ist
PENOLAKAN gugatan. Pengadilan Agama (PA) Medan Kelas 1-A tolak gugatan M Zainal dkk terkait penyalahgunaan benda wakaf. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada):  PA Kelas 1-A Medan tolak gugatan terkait penyalahgunaan benda wakaf.

PA tolak gugatan terkait penyalahgunaan benda wakaf, yang disampaikan penggugat, M Zainal dkk atas tanah yang berada Jl Tuasan No 23A, Lingkungan VI, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumut.

Penolakan gugatan tertuang dalam Putusan No: 1404/Pdt/G/2019/PA.Mdn Tanggal : 29-1-2020.

Hal ini disampaikan H Sutan Syahrir, Sabtu (15/2) selaku tergugat II — saat itu Ketua Umum Yayasan Darul Quran — yang sedang membangun fasilitas pendidikan di lahan wakaf tersebut.

Berkat bantuan donatur bernama H Awaluddin Pane, dengan ketentuan semua yang dibangun, maka itu merupakan wakaf dirinya dan keluarganya.

Hal itu tertuang dalam berita acara ikrar wakaf.

Namun masyarakat sekitar menduga bahwa pihak yayasan akan menguasai aset tersebut.

Sehingga mereka mengajukan gugatan ke pengadilan.

Tapi Pengadilan Agama menolak gugatan masyarakat sekitar.

Memang, lahan itu bukan merupakan hak milik warga atau warga yang beragama Islam.

Terutama yang  tinggal di Kelurahan Sidorejo dan Kelurahan Sidorejo Hilir dan/atau milik pribadi nazir wakaf yang berada di Medan, Jl Tuasan No 23A, Lingkungan VI, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Hal ini sesuai sertifikat tanah wakaf, yang dikeluarkan Kantor Pertanahan Kota Medan.

Itu yang membuat para warga sekitar merasa keberatan. Dengan berbagai pertimbangan, pihak yang tidak setuju melakukan gugatan.

Alasan mereka selain mendapatkan keadilan, juga menyebut adanya dugaan penyalahgunan atas benda wakaf tersebut.

PA Medan kemudian memutuskan menolak gugatan yang disampaikan penggugat melalui Zainal dkk.

Dengan ditolaknya gugatan oleh Pengadilan Agama  Kelas 1-A Medan, yang tertuang dalam Putusan No: 1404/Pdt/G/2019/PA Mdn Tanggal: 29-1-2020, jelas Sutan Syahrir selaku tergugat, pihaknya memberi apresiasi dan merasa lega.

Sebab, sejak awal pihaknya hanya ingin memberikan manfaat atas lahan wakaf, dengan membuat bangunan sekolah dan mendirikan yayasan. (m37)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2