P3RI Apresiasi Program Peduli PTPN 2 Untuk Pensiunan Karyawan

  • Bagikan
Teks P3RI Apresiasi Program Peduli PTPN 2 Untuk Pensiunan Karyawan, Minggu (28/11). Waspada/ist
Teks P3RI Apresiasi Program Peduli PTPN 2 Untuk Pensiunan Karyawan, Minggu (28/11). Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Persatuan Purnakarya Perkebunan Republik Indonesia (P3RI) mengapresiasi
Program peduli kepada karyawan pensiunan PTPN 2 yang diluncurkan oleh kepemimpinan Direktur PTPN 2 Iwan Peranginangin. Hal ini dinilai keberhasilannya meningkatkan produktivitas perusahaan, terutama kewajiban terhadap karyawan sebagai prioritas utama untuk diselesaikan.

“Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada jajaran Direksi PTPN 2 atas perhatian kepada para pensiunan dan karyawan ekonomi lemah. Komitmen pimpinan dapat dilihat dalam waktu dua tahun penyelesaian terhadap semua persoalan keuangan dapat ditingkatkan,” ujar Ketua P3RI Cabang PTPN 2 Drs. Sukardi MM kepada wartawan di Medan, Minggu (28/11).

Menurutnya, komitmen pimpinan meningkatkan kinerja perusahaan dapat dilihat dari kewajiban kepada karyawan dalam bentuk Santunan Hari Tua (SHT) semakin meningkat. Diperkirakan hingga akhir 2021 ini pembayaran SHT mencapai sebesar Rp 120 miliar.

Keberhasilan itu menunjukkan tren kenaikan kinerja seluruh jajaran PTPN 2. Tren kenaikan kinerja ini dapat dilihat dari pembayaran SHT November 2021 sebesar Rp 80 miliar dan disusul dengan pembayaran berikutnya Rp 25 miliar.

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya pembayaran SHT hanya Rp 2 sampai Rp 5 miliar setiap bulan.

“Di tahun 2021 ini pembayaran terus meningkat. Ini sekaligus menunjukkan peningkatan kinerja karyawan PTPN 2,” kata Sukardi.

Program penyelesaian kewajiban perusahaan baik perbankan maupun kewajiban kepada karyawan ini semata-mata menggunakan dana hasil usaha perusahaan, bukan hasil pembayaran ganti rugi aset sebagaimana diberitakan banyak pihak.

“Alhamdulillah dengan izin Tuhan semua kerja keras ini membuahkan hasil positif bagi seluruh karyawan. Jika kerja positif ini dapat terus dipertahankan sebagaimana program kerja yang sudah tersusun, maka diperkirakan dalam kurun waktu 2 tahun kedepan kewajiban kepada semua karyawan (SHT) dapat diselesaikan,” ucapnya.

Untuk itu, Sukardi berharap kepada semua pensiunan yang belum menerima SHT agar bersabar menunggu giliran pembayaran sesuai dengan mekanisme pembayaran yang sudah diatur.

“Kita juga berharap kepada para pensiunan untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak lain yang pada gilirannya dapat menimbulkan keresahan di semua pihak, yang nantinya dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dan dapat mengganggu program kerja apa yang sudah kita rencanakan,” tuturnya. (h01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *