Waspada
Waspada » Keberlangsungan Organisasi SPP UPMS I Tetap Berjalan Di Masa Pandemi
Medan

Keberlangsungan Organisasi SPP UPMS I Tetap Berjalan Di Masa Pandemi

MUSYAWARAH Anggota SPP UPMS I. Keberlangsungan organisasi SPP UPMS I tetap eksis dan berjalan di masa pandemi Covid-19. Waspada/Waspada/Ist
MUSYAWARAH Anggota SPP UPMS I. Keberlangsungan organisasi SPP UPMS I tetap eksis dan berjalan di masa pandemi Covid-19. Waspada/Waspada/Ist

MEDAN (Waspada) : Keberlangsungan organisasi Serikat Pekerja Pertamina (SPP) Unit Pemasaran (UPMS) I tetap berjalan di masa pandemi Covid-19.

Keberlangsungan organisasi SPP UPMS I tetap berjalan di masa Pandemi meski dihadapkan dengan beberapa isu yang harus disikapi secara bijak, seperti di masa pandemi Covid-19, dan dinamika problematika yang terjadi baik di internal perusahaan dan negeri ini.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina UPMS I, Sutrisno menyikapi Musyawarah Anggota ke- 5, dalam keterangan resmi yang diperoleh Waspada, Minggu (23/8).

Adapun tema musyawah: ‘Memperkuat Peran Strategis Serikat Pekerja dengan Soliditas dan Integritas untuk Mengahadapi Tantangan Produktivitas Dalam Menjaga Kelangsungan Bisnis Perusahaan’.

Sutrisno menambahkan, musyawarah anggota merupakan puncak pesta demokrasi yang sangat sakral dalam sebuah organisasi.

Musyawarah itu sebagai simbol telah berakhirnya masa kepengurusan SPP UPMS I masa bakti tahun 2017 sampai 2020.

Juga sebagai momentum peralihan kepemimpinan dan kepengurusan baru dalam rangka mempertahankan roda organisasi, agar dapat terus eksis dan berkembang lebih baik.

“Musyawarah anggota ini juga sebagai bentuk manifestasi yang telag diamanatkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART UPMS I yang menjadi landasan utama organisasi,” kata Sutrisno.

Diungkapkannya, sudah masuk tahun ke-3, pihaknya mengemban tugas yang telah diamanahkan oleh konstituen sebagai pengurus SPP UPMS I masa bakti 2017-2020.

Seyogyanya musyawarah anggota dilaksanakan pada bulan April 2020 namun urung digelar karena berbagai persoalan.

“Dengan segala keterbatasan pada bulan April lalu, kita telah mampu membuktikan SPP UPMS I tetap bisa eksis di tengah kondisi yang tidak kondusif, dengan melakukan jajak pendapat secara virtual,” ungkapnya.

Kepercayaan

Disampaikan Sutrisno, melalui jajak pendapat virtual, pihaknya diberikan kepercayaan oleh konstituen untuk dapat melanjutkan kepengurusan maksimal satu tahun atau sampai kegiatan musyawarah anggota dapat diselenggarakan.

“Alhamdulillah berkat doa, kerja keras, kerja cerdas, dan soliditas kita bersama sebagai aktivis dan didukung juga oleh berbagai pihak baik dari FSPPB dan manajemen, khususnya Mlmanajemen MOR I, dapat dilaksanakan kegiatan yang sudah dipersiapkan sejak lama, meskipun dengan berbagai keterbatasan,” sebutnya.

Diterangkan Sutrisno, sesuai amanat PKB dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, fokus utama SPP UPMS meliputi tiga aspek penting yang harus tetap dipertahankan.

Pertama, menjaga hak dan kesejahteraan pekerja dan keluarga dapat terpenuhi dengan baik oleh perusahaan.

Kedua, memberikan perlindungan dan advokasi kepada anggota terkait hubungan industrial.

Ketiga, menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan dengan tetap mempertahankan eksistensi serikat pekerja di tengah-tengah pengambilan kebijakan perusahaan.

Yaitu, dengan turut serta mengawal kebijakan-kebijakan strategis perusahaan ke depan.

Sebagai bukti integritas dan komitmen organisasi, SPP UPMS I bersama Serikat Pekerja Pertamina lainnya yang terafiliasi di bawah naungan FSPPB tetap concern mengawal arah kebijakan perusahaan dan para pemangku kepentingan.

Terutama terkait akan berakhirnya beberapa blok-blok migas strategis di Indonesia, dan rencana perusahaan dalam pengembangan bisnis baru dan bisnis eksisting.

Proses pengawalan tidak serta merta menjadi hal yang mudah untuk dilakukan, karena diperlukan berbagai rangkaian macam proses.

Salah satunya adalah dengan aksi nyata Bela Pertamina yang dilakukan para aktivis dengan turun ke jalan bersama FSPPB di Jakarta pada tahun 2018 lalu.

“Selain itu, proses pendekatan, sosialisasi, dan penjaringan dukungan dari rekan-rekan mahasiswa di berbagai provinsi berjalan baik,” katanya,

Begitu juga hubungan baik dan pihak eksternal seperti wartawan, pengamat migas, dan Universitas Pertahanan.

Fokus Tolak Privatisasi

Sutrisno juga menyebut, tidak dapat dipungkiri sampai detik ini berbagai upaya dan usaha pelemahan terhadap Pertamina terus dilakukan oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam bisnis migas.

Namun, SPP UPMS I membuktikan sampai dengan detik ini dan seterusnya masih tetap fokus menolak upaya privatisasi dan swastanisasi dengan dalih IPO (Initial Public Offering), dengan menggalang kekuatan dari berbagai elemen dan mendukung FSPPB untuk berjuang secara elegan dan legal melalui jalur konstitusional.

Sebab, lanjutnya, kedaulatan energi nasional akan selalu dan terus diperjuangkan, sebagai bukti organisasi ini dibentuk tidak hanya untuk menjaga hak-hak normatif pekerja.

Akan tetapi lebih mulia dari itu untuk menjaga kedaulatan energi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

SPP UPMS I juga bersama FSPPB melakukan Aksi Bela Pertamina dengan upaya-upaya hukum bahkan turun ke jalan untuk menolak atau menggugat kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan konsep ketahanan energi.

“Hal ini dilakukan bukan untuk memprovokasi masyarakat, akan tetapi sebagai bentuk aktualisasi bahwa SPP UPMS I siap berada sebagai garda terdepan melindungi Pertamina dan kedaulatan NKRI,” tandasnya. (m13)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2